Senin, 01 Mei 2017

FILTER ROKOK MEMANG MENGANDUNG DARAH BABI

http://www.mediamuslim.org/2017/04/ternyata-benar-filter-rokok-memang.html?m=1

Ketua Komisi Nasional Pengendalian Tembakau (Komnas PT), DR Hakim Sarimuda Pohan, *mengungkapkan bahwa dalam filter rokok yang banyak digunakan di Indonesia terkandung bahan yang berasal dari darah babi.*

*Hemoglobin atau protein darah babi digunakan dalam filter rokok untuk menyaring racun kimia agar tidak masuk ke dalam paru-paru perokok,* kata Hakim saat menjadi pembicara dalam dialog bahaya merokok bagi kehidupan berbangsa di Balaikota Banjarmasin, Kalimantan Selatan, Rabu.

*Ia meyakini bahwa filter yang digunakan untuk rokok yang beredar di Indonesia merupakan filter impor yang mengandung komponen dari darah babi.* Menurutnya, semua itu diketahui setelah adanya pernyataan yang diungkapkan ahli dari Australia atau Profesor Kesehatan Masyarakat dari Universitas Sydney, Simon Chapman.
Profesor Simon Chapman menyatakan itu merujuk pada penelitian di Belanda yang mengungkap bahwa 185 perusahaan berbeda menggunakan hemoglobin babi sebagai bahan pembuat filter rokok.
Profesor di Australia memperingatkan kelompok agama tertentu terkait dugaan adanya kandungan sel darah babi pada filter rokok. Profesor Simon Chapman menyatakan itu merujuk pada penelitian di Belanda yang mengungkap bahwa 185 perusahaan berbeda menggunakan hemoglobin babi sebagai bahan pembuat filter rokok.

Menurut Hakim, sudah selayaknya umat Muslim yang mayoritas di Indonesia ini menjauhi barang yang nyata-nyata dilarang agama tersebut. Bukan hanya kaum Muslim, tetapi kaum Yahudi juga melarang pemanfaatan babi untuk keperluan seperti itu, tambahnya dalam dialog dalam rangkaian sosialisasi peraturan daerah (Perda) yang melarang merokok di tempat tertentu.

Dalam dialog yang dihadiri ratusan peserta dari kalangan PNS, pengelola hotel, restoran, dan pengelola tempat-tempat umum tersebut juga dihadiri Wali Kota Banjarmasin Haji Muhidin dengan moderator Kepala Dinas Kesehatan setempat, drg Diah R Praswasti.

Dalam dialog tersebut dilangsungkan dengan tanya jawab yang antara lain disarankan perlunya Fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI) yang mengharamkan merokok.
Penulis: Joko Winarno

*Kabar penting ini harus dicamkan bagi para perokok yang alergi terhadap fatwa haram merokok.* Sebuah penelitian ilmiah mengungkap, bahwa dari sebuah jasad babi ternyata bisa diolah menjadi 185 produk, di antaranya adalah untuk rokok.

*Penemuan penggunaan darah babi dalam pembuatan filter rokok ditemukan peneliti Belanda, Christien Meindertsma, secara tak sengaja. Perempuan ini sebenarnya sedang meneliti seekor babi berkode "Pig 05049" di sebuah peternakan di Belanda.*

Di laman pribadinya, Meindertsma menyatakan telah meriset selama tiga tahun semua produk yang dihasilkan dari seekor babi tersebut. Hasil riset itu kemudian dibukukan, lengkap dengan grafik dan gambar produk, kemudian dipamerkan dalam sebuah pameran.

Tujuannya sederhana, menunjukkan pada orang bagaimana sebuah produk dibuat dan "dibungkus" dan dari mana dia berasal, sehingga orang bisa tahu. Untuk menunjukkan itu, Meindertsma mendekati subjek ke skala satu ekor binatang yang dalam hal ini seekor babi bernama "Pig 05049."

KISAH NABI DAN SAHABAT


Kisah Menakjubkan Sahabat Nabi Julaibib
Namanya Julaibib, begitulah dia biasa dipanggil. Nama ini sendiri mungkin sudah menunjukkan ciri fisiknya yang kerdil dan pendek. Nama Julaibib adalah nama yang tidak biasa dan tidak lengkap. Nama ini, tentu bukan ia sendiri yang menghendaki. Bukan pula orangtuanya. Julaibib hadir ke dunia tanpa mengetahui siapa ayah dan ibunya. Demikian pula orang-orang, semua tidak tahu, atau tidak mau tahu tentang nasab Julaibib. Bagi masyarakat Yatsrib, tidak bernasab dan tidak bersuku adalah cacat sosial yang sangat besar.

Tampilan fisik dan kesehariannya juga menjadi alasan sulitnya orang lain ingin berdekat-dekat dengannya. Wajahnya jelek terkesan sangar, pendek, bunguk, hitam, dan fakir. Kainnya usang, pakaiannya lusuh, kakinya pecah-pecah tidak beralas. Tidak ada rumah untuk berteduh, tidur hanya berbantalkan tangan, berkasurkan pasir dan kerikil. Tidak ada perabotan, minum hanya dari kolam umum yang diciduk dengan tangkupan telapak tangan. Abu Barzah, pemimpin Bani Aslam, sampai-sampai berkata tentang Julaibib, “Jangan pernah biarkan Julaibib masuk diantara kalian! Demi Allah jika dia berani begitu, aku akan melakukan hal yang mengerikan padanya!” demikianlah keadaan Julaibib pada saat itu.

Namun jika Allah berkehendak menurunkan rahmatNya, tidak satu makhluk pun bisa menghalangi. Julaibib menerima hidayah, dan dia selalu berada di shaf terdepan dalam shalat maupun jihad. Meski hampir semua orang tetap memperlakukannya seolah ia tiada, tidak begitu dengan Rasulullah Shollallahu ‘alaihi wasallam Shollallahu ‘alaihi wasallam sang rahmat bagi semesta alam. Julaibib yang tinggal di shuffah Masjid Nabawi, suatu hari ditegur oleh Sang Nabi Shollallahu ‘alaihi wasallam, “Julaibib…”, begitu lembut beliau memanggil, “Tidakkah engkau menikah?” “Siapakah orangnya Ya Rasulallah Shollallahu ‘alaihi wasallam”, kata Julaibib, “yang mau menikahkan putrinya dengan diriku ini?” Julaibib menjawab dengan tetap tersenyum. Tidak ada kesan menyesali diri atau menyalahkan takdir Allah pada kata-kata maupun air mukanya. Rasulullah Shollallahu ‘alaihi wasallam juga tersenyum. Mungkin memang tidak ada orang tua yang berkenan pada Julaibib. Tapi hari berikutnya, ketika bertemu dengan Julaibib, Rasulullah Shollallahu ‘alaihi wasallam menanyakan hal yang sama. “Julaibib, tidakkah engkau menikah?”. Dan Julaibib menjawab dengan jawaban yang sama. Begitu, begitu, begitu. Tiga kali. Tiga hari berturut-turut. Dan di hari ketiga itulah, Sang Nabi menggamit lengan Julaibib dan membawanya ke salah satu rumah seorang pemimpin Anshar. “Aku ingin menikahkan putri kalian.”, kata Rasulullah Shollallahu ‘alaihi wasallam pada si empunya rumah, “ “Betapa indahnya dan betapa barakahnya”, begitu si wali menjawab berseri-seri, mengira bahwa sang Nabi lah calon menantunya. “Ooh.. Ya Rasulallah Shollallahu ‘alaihi wasallam, ini sungguh akan menjadi cahaya yang menyingkirkan temaram di rumah kami.” “Tetapi bukan untukku”, kata Rasulullah Shollallahu ‘alaihi wasallam, “ku pinang putri kalian untuk Julaibib” “Julaibib?”, nyaris terpekik ayah sang gadis “Ya. Untuk Julaibib.” “Ya Rasulullah Shollallahu ‘alaihi wasallam”, terdengar helaan nafas berat. “Saya harus meminta pertimbangan istri saya tentang hal ini” “Dengan Julaibib?”, istrinya berseru, “Bagaimana bisa? Julaibib berwajah lecak, tidak bernasab, tidak berkabilah, tidak berpangkat, dan tidak berharta. Demi Allah tidak. Tidak akan pernah putri kita menikah dengan Julaibib” Perdebatan itu tidak berlangsung lama. Sang putri dari balik tirai berkata anggun, “Siapa yang meminta?” Sang ayah dan sang ibu menjelaskan. “Apakah kalian hendak menolak permintaan Rasulullah Shollallahu ‘alaihi wasallam? Demi Allah, kirim aku padanya. Dan demi Allah, karena Rasulullah Shollallahu ‘alaihi wasallam yang meminta, maka tiada akan dia membawa kehancuran dan kerugian bagiku”. Sang gadis yang shalehah lalu membaca ayat ini : “Dan tidaklah patut bagi lelaki beriman dan perempu

Minggu, 30 April 2017

Derajat Kemuliaan Hamba, Ada Pada Kekuasaan Allah

Derajat Hamba, Ada Pada Kekuasaan Allah Ditulis oleh: Ustadz Abu Nashim Mukhtar hafizhahullah Assalaamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakaatuh Bismillahirrahmanirrahim. Seorang guru sedang memegang sekeping uang koin telapak tangannya. Di hadapan muridnya, uang koin senilai 10 keping itu diangkat dan diturunkan. Setelah selesai, sang guru bertanya, "Berapakah nilai uang koin ini saat aku mengangkatnya tadi?" "10 keping", jawab muridnya. "Saat Aku menurunkannya, berapakah nilai uang koin ini?", sang guru bertanya untuk yang kedua kalinya. Muridnya menjawab dengan penuh keheranan, "Bukankah tetap senilai 10 keping, wahai guru??" Gurunya lalu menerangkan, "Itulah manusia, wahai muridku. Ia tidak mampu meninggikan atau merendahkan apapun!!!" Subhanallah! Benar-benar kalimat bijak! Kejadian di atas pun benar-benar nyata dan benar-benar ada. Pelajaran berharga telah ditanamkan oleh sang guru kepada muridnya untuk tidak mengharapkan kemuliaan dan derajat dari manusia. Ia ingin menegaskan kepada muridnya untuk tidak takut dihinakan oleh orang, hanya karena ingin menegakkan syariat Allah. Sebab, hanya Allah yang mampu memuliakan atau menghinakan. "Dan barang siapa yang dihinakan Allah maka tidak seorang pun yang mampu memuliakannya. Sesungguhnya Allah berbuat apa yang Dia kehendaki." [Q.s. Al Hajj:18]. Saudara Pembaca, jika seorang manusia tidak memiliki kemampuan untuk meninggikan atau merendahkan, bukankah aneh dan ganjil jika ia : • Masih memelihara sikap ujub dan sombong di dalam dirinya? • Mengapa ia sombong dan takabur? • Kenapa ia tidak merendahkan dirinya di hadapan Allah yang Maha Tinggi? • Mengapa ia meremehkan saudaranya? • Mengapa ia menganggap dirinya serba bisa, padahal untuk mengobati sebuah luka di punggungnya, ia masih membutuhkan bantuan orang lain? Rasulullah bersabda di dalam hadits Abu Hurairah riwayat Muslim, "Dan tidak ada seorang pun hamba yang mau tawadhu karena Allah, melainkan Allah akan meninggikan derajatnya. Imam Ibnu Hazm bertutur dalam kalimat kalimat bijak, "Barangsiapa diserang oleh penyakit ujub, hendaknya ia segera merenungi aib-aib yang ada pada dirinya. Jika ia diserang penyakit ujub dengan merasa memiliki budi pekerti yang baik, hendaknya ia segera memeriksa kembali bentuk perilaku buruknya. Apabila ia tidak mampu menemukan di manakah letak perilaku perilaku buruknya, sampai akhirnya ia merasa tidak memiliki perilaku buruk, hendaknya ia menyadari jika musibah itu berlaku untuk selamanya. Berarti dia adalah manusia yang paling lengkap kekurangannya, aib yang ada pada dirinya terlalu besar, sementara sangat lemah tamyiznya (kemampuan untuk memilah dan memilih serta mengetahui aibnya)," (Mudaawaat hal 88l) Wahai hamba yang lemah, jika engkau tidak mampu menemukan di manakah aib dan kesalahan pada sendiri, maka ucapkanlah selamat tinggal untuk kelezatan taubat. Hamba yang cerdas adalah yang mampu menentukan secara rinci, di manakah letak aib aib dan kesalahannya. Sebab, setelah itu, ia berusaha untuk mencabutnya dari dalam dirinya. Wahai hamba yang lemah, tak perlu ujub dan tak usah sombong! Di dalam dirimu tersembunyi aib dan cacat yang tak terbilang. Jangan mudah menghinakan orang lain! Terimalah kebenaran dengan dada yang lapang Banyak-banyaklah merenungi firman Nya قُلِ اللَّهُمَّ مَالِكَ الْمُلْكِ تُؤْتِي الْمُلْكَ مَنْ تَشَاءُ وَتَنْزِعُ الْمُلْكَ مِمَّنْ تَشَاءُ وَتُعِزُّ مَنْ تَشَاءُ وَتُذِلُّ مَنْ تَشَاءُ ۖ بِيَدِكَ الْخَيْرُ ۖ إِنَّكَ عَلَىٰ كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ Katakanlah: "Wahai Tuhan Yang mempunyai kerajaan, Engkau berikan kerajaan kepada orang yang Engkau kehendaki dan Engkau cabut kerajaan dari orang yang Engkau kehendaki. Engkau muliakan orang yang Engkau kehendaki dan Engkau hinakan orang yang Engkau kehendaki. Di tangan Engkaulah segala kebajikan. Sesungguhnya Engkau Maha Kuasa atas segala sesuatu. (Ali Imran:26) Wabillahi taufiq wal hidayyah Wassalaamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakaatuh

TSAQOFAH ISLAM (ISRA MI'RAJ (Bag. 1)

📆 Rabu, 29 Rajab 1438H / 26 April 2017 📝 Pemateri: *Ustadz Farid Nu'man Hasan* 🌿🌺🍂🍀🌼🍄🌷🌹 *📕I. Definisi* *Isra*’ artinya perjalanan dari Masjidil Haram menuju Masjidil Aqsa pada malam hari. Hal ini sesuai ayat: سُبْحَانَ الَّذِي أَسْرَى بِعَبْدِهِ لَيْلًا مِنَ الْمَسْجِدِ الْحَرَامِ إِلَى الْمَسْجِدِ الْأَقْصَى الَّذِي بَارَكْنَا حَوْلَهُ لِنُرِيَهُ مِنْ آَيَاتِنَا إِنَّهُ هُوَ السَّمِيعُ الْبَصِيرُ _Maha suci Allah, yang telah memperjalankan hamba-Nya pada suatu malam dari Al Masjidil Haram ke Al Masjidil Aqsha yang telah Kami berkahi sekelilingnya agar Kami perlihatkan kepadanya sebagian dari tanda-tanda (kebesaran) kami. Sesungguhnya Dia adalah Maha mendengar lagi Maha mengetahui. (QS. Al Isra (17): 1)_ *Mi’raj* artinya perjalanan naiknya Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam dari Masjidil Al Aqsa ke Sidratul Muntaha di langit ke tujuh. Hal ini sesuai dengan ayat: وَلَقَدْ رَآَهُ نَزْلَةً أُخْرَى (13) عِنْدَ سِدْرَةِ الْمُنْتَهَى (14) عِنْدَهَا جَنَّةُ الْمَأْوَى (15) إِذْ يَغْشَى السِّدْرَةَ مَا يَغْشَى (16) مَا زَاغَ الْبَصَرُ وَمَا طَغَى (17) لَقَدْ رَأَى مِنْ آَيَاتِ رَبِّهِ الْكُبْرَى(18) _Dan Sesungguhnya Muhammad telah melihat Jibril itu (dalam rupanya yang asli) pada waktu yang lain, (yaitu) di Sidratil Muntaha. di dekatnya ada surga tempat tinggal, (Muhammad melihat Jibril) ketika Sidratil Muntaha diliputi oleh sesuatu yang meliputinya. penglihatannya (Muhammad) tidak berpaling dari yang dilihatnya itu dan tidak (pula) melampauinya. Sesungguhnya Dia telah melihat sebahagian tanda-tanda (kekuasaan) Tuhannya yang paling besar. (QS. An Najm (53): 13-18)_ *📕II. Kapan Peristiwanya?* Tidak ada kesepakatan para ulama hadits dan para sejarawan muslim tentang kapan peristiwa ini terjadi, ada yang menyebutnya Rajab, dikatakan Rabiul Akhir, dan dikatakan pula Ramadhan atau Syawal. *(Imam Ibnu Hajar, Fathul Bari, 7/242-243)* *Imam Ibnu Hazm* mengatakan terjadinya pada bulan Rajab, di tahun kedua belas kenabian. Sementara *Imam Al Hafizh Abdul Ghani Al Maqdisi* mengatakan terjadinya pada malam 27 Rajab. (Al Quran Al Karim wa Tafsiruhu, 5/429) *Imam Ibnu Rajab Al Hambali* mengatakan, bahwa banyak ulama yang melemahkan pendapat bahwa peristiwa Isra terjadi pada bulan Rajab, sedangkan *Ibrahim Al Harbi* dan lainnya mengatakan itu terjadi pada Rabi'ul Awal. (Ibid Hal. 95). Beliau *(Imam Ibnu Rajab)* juga berkata: و قد روي: أنه في شهر رجب حوادث عظيمة ولم يصح شيء من ذلك فروي: أن النبي صلى الله عليه وسلم ولد في أول ليلة منه وأنه بعث في السابع والعشرين منه وقيل: في الخامس والعشرين ولا يصح شيء من ذلك وروى بإسناد لا يصح عن القاسم بن محمد: أن الإسراء بالنبي صلى الله عليه وسلم كان في سابع وعشرين من رجب وانكر ذلك إبراهيم الحربي وغيره _"Telah diriwayatkan bahwa pada bulan Rajab banyak terjadi peristiwa agung dan itu tidak ada yang shahih satu pun. Diriwayatkan bahwa Nabi Shallallahu 'Alaihi wa Sallam dilahirkan pada awal malam bulan itu, dan dia diutus pada malam 27-nya, ada juga yang mengatakan pada malam ke-25, ini pun tak ada yang shahih. Diriwayatkan pula dengan sanad yang tidak shahih dari Al Qasim bin Muhammad bahwa peristiwa Isra-nya Nabi Shallallahu 'Alaihi wa Sallam terjadi pada malam ke-27 Rajab, dan ini diingkari oleh Ibrahim Al Harbi dan lainnya." (Lathaif Al Ma'arif Hal. 121. Mawqi' Ruh Al Islam)_ Sementara, *Imam Ibnu Hajar Al ‘Asqalani* mengutip dari Ibnu Dihyah, bahwa: “Hal itu adalah dusta.” (Tabyinul ‘Ajab hal. 6). *Imam Ibnu Taimiyah* juga menyatakan peristiwa Isra’ Mi’raj tidak diketahui secara pasti, baik tanggal, bulan, dan semua riwayat tentang ini terputus dan berbeda-beda. *📕III. Ruh dan jasad, atau ruh saja?* Mayoritas Ahlus Sunnah wal Jama’ah meyakini bahwa perjalanan Isra Mi’raj yang dialami Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam adalah ruh dan jasad sekaligus. Hal ini berdasarkan nash ayat: سُبْحَانَ الَّذِي أَسْرَى بِعَبْدِهِ لَيْلًا مِنَ الْمَسْجِدِ الْحَرَامِ إِلَى الْمَسْجِدِ الْأَقْصَى _Maha suci Allah, yang telah memperjalankan hamba-Nya pada suatu malam dari Al Masjidil Haram ke Al Masjidil Aqsha (QS. Al Isra: 1)_ Kata *bi’abdihi* – hambaNya, menunjukkan perjalanan tersebut adalah ruh dan jasad sekaligus, sebab seseorang dikatakan ‘abdu (hamba) jika terdapat unsur keduanya. Inilah pendapat *Ibnu Abbas, Jabir, Anas, Khudzaifah, Umar, Abu Hurairah, Malik bin Sha`sha`ah, Abu Habbah Al Badriyyi, Ibnu Mas`ud, Dhahak, Said bin Jubair, Qatadah, Ibnu Musayyib, Ibnu Syihab, Ibnu Zaid, Al Hasan, Ibrahim, Masruq, Mujahid, Ikrimah, Ibnu Juraij, dengan dalil ucapan Aisyah dan pendapat para ulama ahli fiqh Muta`akhirin , para ahli hadits, para ahli bahasa, dan para ahli tafsir.* *Syaikh Shalih Fauzan* Hafizhahullah berkata: الإسراء والمعراج كانا بالجسم والروح معًا، هذا قول الجمهور من أهل العلم، وذلك لقوله تعالى : { سُبْحَانَ الَّذِي أَسْرَى بِعَبْدِهِ لَيْلاً مِّنَ الْمَسْجِدِ الْحَرَامِ إِلَى الْمَسْجدِ الأَقْصَى الَّذِي بَارَكْنَا حَوْلَهُ } [ الإسراء : 1 . ] ، والعبد اسم للروح والجسم، وليس اسمًا للرُّوح فقط، وقد جاء في حديث النبي صلى الله عليه وسلم في ذكر الإسراء والمعراج ؛ أنه جاءه جبريل بدابَّة اسمها البُراق، وأركبه عليها، وذهب إلى بيت المقدس، وصلى بالأنبياء هنا . . . كل هذا يعطي أنه بالجسم والرُّوح معًا، وهذا قول الجماهير من أهل العلم، ولم يخالفهم فيه إلا طائفة يسيرة . _Isra’ Mi’raj terjadinya dengan jasad dan ruh secara bersamaan, inilah pendapat mayoritas ulama. Hal ini berdasarkan ayat: Maha suci Allah, yang telah memperjalankan hamba-Nya pada suatu malam dari Al Masjidil Haram ke Al Masjidil Aqsha. (QS. Al Isra: 1)._ _Kata Al ‘Abdu merupakan nama bagi ruh dan jasad, bukan nama bagi ruh saja. Hadits Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam telah menceritakan tentang Isra Mi’raj; bahwa Jibril mendatangi Beliau dengan membawa hewan bernama Buraq, dia menungganginya, lalu dnegannya pergi menuju Baitul Maqdis dan shalat di sana bersama para nabi_ …… _Semua ini menunjukkan terjadinya adalah ruh dan jasad sekaligus, dan inilah pendapat mayoritas ulama, dan tidak ada yang menyelisihinya kecuali kelompok yang sedikit saja. (Al Muntaqa min Fatawa Al Fauzan, 7/3)_ Lalu kafirkah orang yang menyatakan bahwa Isra Mi’raj hanya ruh saja tanpa jasad? *Syaikh Shalih Fauzan* berkata lagi: وأما من أنكر الإسراء بالجسم؛ فهو لا يكفر؛ لأنه قال به بعض السَّلف؛ قالوا : إنَّ الإسراء بالرُّوح فقط، يقظة لا منامًا . وإن كان هذا القول مرجوحًا وضعيفًا، لكن من أخذ به؛ فإنه يكون مُخطئًا، ولا يكفر بذلك _Ada pun orang yang mengingkari Isra Mi’raj dengan jasad, maka dia tidak dikafirkan, karena sesungguhnya sebagian salaf ada yang berpendapat demikian. Mereka mengatakan bahwa Isra itu hanya ruh saja, dalam keadaan sadar dan bukan mimpi. Ini adalah pendapat yang lemah, tetapi siapa pun yang mengambil pendapat ini maka dia termasuk berbuat salah, dan tidak dikafirkan karena itu. (Ibid)_ _*Bersambung - insya Allah*_ 🌿🌺🍂🍀🌼🍄🌷🍁 📲Sebarkan! Raih pahala ====================

*🍂Amalan Utama di Hari Jum'at🍂*

✅1. Membaca Surat Al-Kahfi ✅2. Memperbanyak membaca salawat kepada Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam ✅3. Berinfak fi sabilillah *Dalil keutamaan membaca surat Al-Kahfi:* مَنْ قَرَأَ سُورَةَ الْكَهْفِ فِى يَوْمِ الْجُمُعَةِ أَضَاءَ لَهُ مِنَ النُّورِ مَا بَيْنَ الْجُمُعَتَيْنِ 🌾"Barangsiapa yang membaca surat al-Kahfi pada hari Jum’at, ia akan disinari cahaya di antara dua Jum’at...” (Shahih, HR. An-Nasa’i, al-Baihaqi; Shahihul Jami’: 6470) *Dalil keutamaan membaca salawat kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam:* 🍃Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda, أكثروا الصلاة علي يوم الجمعة و ليلة الجمعة ، فمن صلى علي صلاة صلى الله عليه عشرا 🍁"Perbanyaklah shalawat kepadaku pada hari dan malam Jumat. Karena orang yang bershalawat kepadaku satu kali, Allah akan bershalawat kepadanya 10 kali." (HR. Al-Baihaqi, 3/249, shahih)) *Dalil keutamaan Berinfak fi sabilillah:* 🌱Imam Ibnu Qoyyim menyebutkan keutamaan bersedekah di hari jumat: : أن للصدقة فيه مزية عليها في سائر الأيام، والصدقة فيه بالنسبة إلى سائر أيام الأسبوع ، كالصدقة في شهر رمضان بالنسبة إلى سائر الشهور. 🌴"Bahwa sedekah di hari jumat memiliki keistimewaan khusus dibandingkan hari yang lain. Sedekah di hari jumat, dibandingkan dengan sedekah di hari yang lain, seperti perbandingan antara sedekah di bulan ramadhan dengan sedekah di selain ramadhan." (Zadul Ma’ad, 1/407). 🌿Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, مَا مِنْ يَوْمٍ يُصْبِحُ الْعِبَادُ فِيهِ إِلاَّ مَلَكَانِ يَنْزِلاَنِ فَيَقُولُ أَحَدُهُمَا اللَّهُمَّ أَعْطِ مُنْفِقًا خَلَفًا.... ♻️"Ketika hamba berada di setiap Pagi, ada dua malaikat yang turun dan berdoa, Salah satunya berdoa “Ya Alloh berikanlah ganti pada orang yang gemar berinfak (rajin memberi nafkah/sedekah)....” (HR. Bukhari no. 1442 dan Muslim no. 1010) 👍 Sebarkan jika Anda menyukai tulisan ini, insya Alloh pahala besar menanti Anda

TRAGEDI BUAH APEL

  • Tragedi buah apel telah mengubah seorang Tsabit menjadi orang yang penuh dengan kebahagiaan Assalaamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakaatuh Bismillahirrahmanirrahim. Tsabit… suatu ketika berjalan-jalan di sebuah kebun yang indah, tiba-tiba ia melihat buah apel lantas ia ambil lalu dimakannya. Setelah itu ia tersadar belum minta izin pada pemiliknya. Dengan perasaan gelisah akhirnya ia menemui pemilik kebun itu. Singkat cerita, pemilik kebun tersebut mengikhlaskan apel tersebut dengan syarat Tsabit harus menikahi putrinya yang buta, bisu, tuli dan lumpuh. Ia sangat terguncang dengan pilihan pemilik kebun itu. Setelah ditimbang-timbang antara azab dunia dan akhirat, akhirnya ia pun setuju dengan persyaratan itu. Setelah akad nikah… Allahu Akbar, ia nyaris tak percaya, ternyata istrinya adalah seorang wanita yang sangat cantik, berilmu dan penuh ketaqwaan. Dia buta dari melihat hal-hal yang haram, bisu dan tuli dari berbicara dan mendengarkan hal-hal yang dimurkai Allah ‘Azza wa Jalla serta tak pernah melangkahkan kakinya pada jalan yang haram. Tragedi buah apel telah mengubah seorang Tsabit menjadi orang yang penuh dengan kebahagiaan. Dari pernikahannya lahirlah Nu’man bin Tsabit atau yang akrab disebut Al-Imam Abu Hanifah. Dialah imam besar yang telah mengukir dunia dengan ilmu dan amal shalih. Buah Kebaikan Hidup kadang unik dan sulit ditebak bagaimana akhirnya. Tetapi satu hal yang harus dipahami, ketika kita berbuat kebaikan, Allah pasti akan membalasnya. Itu pasti ketika kebaikan itu benar-benar dari lubuk hati yang dilandasi ikhlas hanya mengharap keridhaan-Nya semata. Bisa jadi balasan itu dari orang lain yang sama sekali tak terduga. Mungkin di dunia atau bisa pula di akhirat. Allah berfirman: هَلْ جَزَاءُ الْإِحْسَانِ إِلَّا الْإِحْسَانُ “Tidak ada balasan kebaikan, kecuali kebaikan (pula)” (QS. Ar-Rahman: 60). Dalam Q. S. Al-Muzzamil ayat ke- 20 Allah berfirman, وَمَا تُقَدِّمُوا لِأَنْفُسِكُمْ مِنْ خَيْرٍ تَجِدُوهُ عِنْدَ اللَّهِ هُوَ خَيْرًا وَأَعْظَمَ أَجْرًا “Dan kebaikan itu apa saja yang kalian perbuat untuk diri kalian, niscaya kalian memperoleh (balasan) nya di sisi Allah sebagai balasan yang paling baik“. Begitu juga dengan keburukan yang kita tanam akan menghasilkan balasan atau azab di sisi Allah ‘Azza wa Jalla. Tinggal manusia bagaimana memposisikan dirinya apakah berbuat kebajikan atau kejelekan. Energi Terdahsyat Bernama Iman Iman yang tertanam kuat dalam hati adalah energi terdahsyat seorang mukmin untuk hidup bahagia di dunia dan di akhirat. Dengan motivasi iman yang benar tanpa keraguan terhadap perintah-Nya dan perintah Rasul-Nya, niscaya seorang mukmin akan selamat dan mampu hidup selaras dengan Islam. Segala perkataan dan perbuatan ketika disematkan ruh iman maka hasilnya akan luar biasa dan berpahala. Itulah kedahsyatan iman yang mampu membuat segala aktivitas bernilai ibadah. Karena definisi iman menurut Ahlus Sunnah Wal Jama’ah adalah suatu perkataan dan perbuatan, perkataan dengan lisan, keyakinan dalam hati dan amal anggota tubuh, bertambah dengan ketaatan dan berkurang dengan kemaksiatan. Imanlah yang bisa memasukkan seorang hamba ke dalam surga-Nya, sedangkan tauhid adalah intisari dari Islam. Ketika tauhidnya kokoh ia akan selalu menghindari perbuatan dosa dan maksiat. Dan berbagai penyimpangan akan dialami manusia manakala ia kehilangan iman. Seseorang menganggap biasa saja bergaul bebas dengan alasan dia teman baik padahal bisa jadi hal-hal yang menurut nalar dan perasaan kita baik-baik saja dapat berkibat fatal. Sebuah berita mengenaskan dilansir harian ibukota. “…Tiba-tiba lelaki yang terkenal baik berubah menjadi buas, dia pun tak berdaya untuk melawan dan akhirnya kesuciannya terenggut……!”. Na’udzubillahi min dzaalik, sungguh hati wanita malang itu hancur lebur nyaris tanpa bentuk. Ketika ia merasa aman dan nyaman dengan kebaikan orang lain tanpa memperhatikan rambu-rambu syari’ah. Empedu Dunia Madunya Akhirat Ketika Nabi Adam dan Hawa digoda iblis laknatullah ‘alaih, untuk mendekati pohon larangan lalu keduanya pun terjerumus pada larangan Allah ‘Azza wa Jalla. Akibatnya aurat keduanya terbuka. Namun dengan bertaubat, akhirnya Allah Ta’ala mengampuni keduanya. Untuk dapat merasakan manisnya madu akhirat manusia kadang harus menelan pahitnya empedu dunia. Selaras dengan hadits yang mengatakan bahwa akhirat itu lebih baik meski harus ditebus dengan melawan hawa nafsu yang cenderung pada kejelekan. حُفَّتِ الْجَنَّةُ بِالْمَكَارِهِ وَحُفَّتِ النَّارُ بِالشَّهَوَاتِ “Surga itu dikelilingi oleh perbuatan yang dibenci, sementara neraka itu dikelilingi oleh perbuatan yang disukai hawa nafsu” (H.R. Muslim ). Dalam menapaki jalan hidup, manusia yang memiliki mata hati yang tajam akan mampu membedakan antara bisikan nafsu yang dominan pada kesenangan sesaat dengan petunjuk Allah Ta’ala yang membawa kebaikan dan kebahagiaan hakiki. Dan mukmin yang bijak adalah ketika terbersit bisikan nafsu yang membawa kepada kesesatan, maka ia segera meninggalkannya. Disinilah, ketika iman telah memenuhi hati dan menjadi raja niscaya ia akan punya remote kontrol untuk segera meninggalkan bisikan tersebut. Dibalik semua larangan-larangan-Nya, terdapat samudra hikmah yang kadang tak disadari manusia. Sebaik-baik manusia adalah orang yang selalu takut berbuat dosa karena dosa ibarat gunung besar di belakang punggungnya, yang siap menghancurkan tubuhnya. Ketika ia telah berbuat maksiat maka segera ia menyesal dan berupaya untuk tidak mengulanginya seraya bertaubat dengan sungguh-sungguh. Zaman terus berputar, namun sesuatu yang telah dilarang dan ditetapkan Allah tak pernah usang, karena ia ibarat mata air kehidupan, selalu dibutuhkan manusia dimanapun dan sampai kapanpun. Dalam rengkuhan Islam semua yang dilakukannya takkan pernah sia-sia. Wabillahi taufiq wall hidayyah Wassalaamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakaatuh

Persiapkan Diri Menyambut Ramadhan

Imam Abu Bakr Az Zur’i rahimahullah memaparkan dua perkara yang wajib kita waspadai. Salah satunya adalah اَلتَّهَاوُنُ بِالْأَمْرِ إِذَا حَضَرَ وَقْتُهُ, yaitu kewajiban telah datang tetapi kita tidak siap untuk menjalankannya Wahai kaum muslimin, hendaknya kita mengetahui bahwa salah satu nikmat yang banyak disyukuri meski oleh seorang yang lalai adalah nikmat ditundanya ajal dan sampainya kita di bulan Ramadhan. Tentunya jika diri ini menyadari tingginya tumpukan dosa yang menggunung, maka pastilah kita sangat berharap untuk dapat menjumpai bulan Ramadhan dan mereguk berbagai manfaat di dalamnya. Bersyukurlah atas nikmat ini. Betapa Allah ta’ala senantiasa melihat kemaksiatan kita sepanjang tahun, tetapi Dia menutupi aib kita, memaafkan dan menunda kematian kita sampai bisa berjumpa kembali dengan Ramadhan. Ketidaksiapan yang Berbuah Pahit Imam Abu Bakr Az Zur’i rahimahullah memaparkan dua perkara yang wajib kita waspadai. Salah satunya adalah [اَلتَّهَاوُنُ بِالْأَمْرِ إِذَا حَضَرَ وَقْتُهُ], yaitu kewajiban telah datang tetapi kita tidak siap untuk menjalankannya. Ketidaksiapan tersebut salah satu bentuk meremehkan perintah. Akibatnya pun sangat besar, yaitu kelemahan untuk menjalankan kewajiban tersebut dan terhalang dari ridha-Nya. Kedua dampak tersebut merupakan hukuman atas ketidaksiapan dalam menjalankan kewajiban yang telah nampak di depan mata.[1] Abu Bakr Az Zur’i menyitir firman Allah ta’ala berikut, فَإِنْ رَجَعَكَ اللَّهُ إِلَى طَائِفَةٍ مِنْهُمْ فَاسْتَأْذَنُوكَ لِلْخُرُوجِ فَقُلْ لَنْ تَخْرُجُوا مَعِيَ أَبَدًا وَلَنْ تُقَاتِلُوا مَعِيَ عَدُوًّا إِنَّكُمْ رَضِيتُمْ بِالْقُعُودِ أَوَّلَ مَرَّةٍ فَاقْعُدُوا مَعَ الْخَالِفِينَ (٨٣) “Maka jika Allah mengembalikanmu kepada suatu golongan dari mereka, kemudian mereka minta izin kepadamu untuk keluar (pergi berperang), Maka katakanlah: “Kamu tidak boleh keluar bersamaku selama-lamanya dan tidak boleh memerangi musuh bersamaku. Sesungguhnya kamu telah rela tidak pergi berperang kali yang pertama. karena itu duduklah bersama orang-orang yang tidak ikut berperang.” (At Taubah: 83). Renungilah ayat di atas baik-baik! Ketahuilah, Allah ta’ala tidak menyukai keberangkatan mereka dan Dia lemahkan mereka, karena tidak ada persiapan dan niat mereka yang tidak lurus lagi. Namun, bila seorang bersiap untuk menunaikan suatu amal dan ia bangkit menghadap Allah dengan kerelaan hati, maka Allah terlalu mulia untuk menolak hamba yang datang menghadap-Nya. Berhati-hatilah dari mengalami nasib menjadi orang yang tidak layak menjalankan perintah Allah ta’alayang penuh berkah. Seringnya kita mengikuti hawa nafsu, akan menyebabkan kita tertimpa hukuman berupa tertutupnya hati dari hidayah. Allah ta’ala berfirman, وَنُقَلِّبُ أَفْئِدَتَهُمْ وَأَبْصَارَهُمْ كَمَا لَمْ يُؤْمِنُوا بِهِ أَوَّلَ مَرَّةٍ وَنَذَرُهُمْ فِي طُغْيَانِهِمْ يَعْمَهُونَ (١١٠) “Dan (begitu pula) Kami memalingkan hati dan penglihatan mereka seperti mereka belum pernah beriman kepadanya (Al Quran) pada permulaannya, dan Kami biarkan mereka bergelimang dalam kesesatannya yang sangat.” (Al An’am: 110). Persiapkan Amal Shalih dalam Menyambut Ramadhan Bila kita menginginkan kebebasan dari neraka di bulan Ramadhan dan ingin diterima amalnya serta dihapus segala dosanya, maka harus ada bekal yang dipersiapkan. Allah ta’ala berfirman, وَلَوْ أَرَادُوا الْخُرُوجَ لأعَدُّوا لَهُ عُدَّةً وَلَكِنْ كَرِهَ اللَّهُ انْبِعَاثَهُمْ فَثَبَّطَهُمْ وَقِيلَ اقْعُدُوا مَعَ الْقَاعِدِينَ (٤٦) “Dan jika mereka mau berangkat, tentulah mereka menyiapkan persiapan untuk keberangkatan itu, tetapi Allah tidak menyukai keberangkatan mereka, maka Allah melemahkan keinginan mereka. dan dikatakan kepada mereka: “Tinggallah kamu bersama orang-orang yang tinggal itu.” (At Taubah: 46). Harus ada persiapan! Dengan demikian, tersingkaplah ketidakjujuran orang-orang yang tidak mempersiapkan bekal untuk berangkat menyambut Ramadhan. Oleh sebab itu, dalam ayat di atas mereka dihukum dengan berbagai bentuk kelemahan dan kehinaan disebabkan keengganan mereka untuk melakukan persiapan. Sebagai persiapan menyambut Ramadhan, Rasulullah memperbanyak puasa di bulan Sya’ban. ‘Aisyah radhiallahu ‘anhu berkata, وَلَمْ أَرَهُ صَائِمًا مِنْ شَهْرٍ قَطُّ أَكْثَرَ مِنْ صِيَامِهِ مِنْ شَعْبَانَ كَانَ يَصُومُ شَعْبَانَ كُلَّهُ كَانَ يَصُومُ شَعْبَانَ إِلاَّ قَلِيلاً “Saya sama sekali belum pernah melihat rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam berpuasa dalam satu bulan sebanyak puasa yang beliau lakukan di bulan Sya’ban, di dalamnya beliau berpuasa sebulan penuh.” Dalam riwayat lain, “Beliau berpuasa di bulan Sya’ban, kecuali sedikit hari.”[2] Beliau tidak terlihat lebih banyak berpuasa di satu bulan melebihi puasanya di bulan Sya’ban, dan beliau tidak menyempurnakan puasa sebulan penuh kecuali di bulan Ramadhan. Generasi emas umat ini, generasi salafush shalih, meeka selalu mempersiapkan diri menyambut Ramadhan dengan sebaik-baiknya. Sebagian ulama salaf mengatakan, كَانُوا يَدْعُوْنَ اللهَ سِتَّةَ أَشْهُرٍ أَنْ يُبَلِّغَهُمْ شَهْرَ رَمَضَانَ ثُمَّ يَدْعُوْنَ اللهَ سِتَّةَ أَشْهُرٍ أَنْ يَتَقَبَّلَهُ مِنْهُمْ ”Mereka (para sahabat) berdo’a kepada Allah selama 6 bulan agar mereka dapat menjumpai bulan Ramadlan.”[3] Tindakan mereka ini merupakan perwujudan kerinduan akan datangnya bulan Ramadhan, permohonan dan bentuk ketawakkalan mereka kepada-Nya. Tentunya, mereka tidak hanya berdo’a, namun persiapan menyambut Ramadhan mereka iringi dengan berbagai amal ibadah. Abu Bakr al Warraq al Balkhi rahimahullah mengatakan, شهر رجب شهر للزرع و شعبان شهر السقي للزرع و رمضان شهر حصاد الزرع “Rajab adalah bulan untuk menanam, Sya’ban adalah bulan untuk mengairi dan Ramadhan adalah bulan untuk memanen.”[4] Sebagian ulama yang lain mengatakan, السنة مثل الشجرة و شهر رجب أيام توريقها و شعبان أيام تفريعها و رمضان أيام قطفها و المؤمنون قطافها جدير بمن سود صحيفته بالذنوب أن يبيضها بالتوبة في هذا الشهر و بمن ضيع عمره في البطالة أن يغتنم فيه ما بقي من العمر “Waktu setahun itu laksana sebuah pohon. Bulan Rajab adalah waktu menumbuhkan daun, Syaban adalah waktu untuk menumbuhkan dahan, dan Ramadhan adalah bulan memanen, pemanennya adalah kaum mukminin. (Oleh karena itu), mereka yang “menghitamkan” catatan amal mereka hendaklah bergegas “memutihkannya” dengan taubat di bulan-bulan ini, sedang mereka yang telah menyia-nyiakan umurnya dalam kelalaian, hendaklah memanfaatkan sisa umur sebaik-baiknya (dengan mengerjakan ketaatan) di waktu tesebut.”[5] Wahai kaum muslimin, agar buah bisa dipetik di bulan Ramadhan, harus ada benih yang disemai, dan ia harus diairi sampai menghasilkan buah yang rimbun. Puasa, qiyamullail, bersedekah, dan berbagai amal shalih di bulan Rajab dan Sya’ban, semua itu untuk menanam amal shalih di bulan Rajab dan diairi di bulan Sya’ban. Tujuannya agar kita bisa memanen kelezatan puasa dan beramal shalih di bulan Ramadhan, karena lezatnya Ramadhan hanya bisa dirasakan dengan kesabaran, perjuangan, dan tidak datang begitu saja. Hari-hari Ramadhan tidaklah banyak, perjalanan hari-hari itu begitu cepat. Oleh sebab itu, harus ada persiapan yang sebaik-baiknya. Jangan Lupa, Perbarui Taubat! Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, كُلُّ ابْنِ آدَمَ خَطَّاءٌ وَخَيْرُ الْخَطَّائِينَ التَّوَّابُون “Setiap keturunan Adam itu banyak melakukan dosa dan sebaik-baik orang yang berdosa adalah yang bertaubat.”[6] Taubat menunjukkan tanda totalitas seorang dalam menghadapi Ramadhan. Dia ingin memasuki Ramadhan tanpa adanya sekat-sekat penghalang yang akan memperkeruh perjalanan selama mengarungi Ramadhan. Allah memerintahkan para hamba-Nya untuk bertaubat, karena taubat wajib dilakukan setiap saat. Allah ta’ala berfirman, وَتُوبُوا إِلَى اللَّهِ جَمِيعًا أَيُّهَا الْمُؤْمِنُونَ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُونَ (٣١) “Bertaubatlah kamu sekalian kepada Allah, Hai orang-orang yang beriman supaya kamu beruntung.” (An Nuur: 31). Taubat yang dibutuhkan bukanlah seperti taubat yang sering kita kerjakan. Kita bertaubat, lidah kita mengucapkan, “Saya memohon ampun kepada Allah”, akan tetapi hati kita lalai, akan tetapi setelah ucapan tersebut, dosa itu kembali terulang. Namun, yang dibutuhkan adalah totalitas dan kejujuran taubat. Jangan pula taubat tersebut hanya dilakukan di bulan Ramadhan sementara di luar Ramadhan kemaksiatan kembali digalakkan. Ingat! Ramadhan merupakan momentum ketaatan sekaligus madrasah untuk membiasakan diri beramal shalih sehingga jiwa terdidik untuk melaksanakan ketaatan-ketaatan di sebelas bulan lainnya. Wahai kaum muslimin, mari kita persiapkan diri kita dengan memperbanyak amal shalih di dua bulan ini, Rajab dan Sya’ban, sebagai modal awal untuk mengarungi bulan Ramadhan yang akan datang sebentar lagi. Ya Allah mudahkanlah dan bimbinglah kami. Amin. Waffaqaniyallahu wa iyyakum. Buaran Indah, Tangerang, 24 Rajab 1431 H. Penulis: Muhammad Nur Ichwan Muslim Artikel www.muslim.or.id [1] Badai’ul Fawaid 3/699. [2] HR. Muslim: 1156. [3] Lathaaiful Ma’arif hal. 232 [4] Lathaaiful Ma’arif hal. 130. [5] Lathaaiful Ma’arif hal. 130. [6] Hasan. HR. Tirmidzi: 2499.

TIPS CUCI GINJAL ALAMIAH

Copas dari group tetangga, semoga bermanfaat Ternyata Biaya utk Cuci Ginjal kurang dari : Rp. 10.000.- saja .... ! Selama ber-Tahun² Ginjal kita menyaring darah dngn cara membuang : Garam , Racun & Zat² lain yg tdk diinginkan memasuki tubuh kita . Seiring berjalannya waktu , terjadi akumulasi Garam & memerlukan perawatan & pembersihan secara rutin & berkala , minimal 1 Bulan sekali ... Berikut TIPS CUCI GINJAL kita secara murah & alami . Biaya kurang Dari Rp.10.000,- C̲a̲r̲a̲n̲y̲a̲ ̲s̲a̲n̲g̲a̲t̲ ̲m̲u̲d̲a̲h̲ ,̲ ̲ s̲b̲b̲ ̲:̲ 1. Beli seikat daun Saledri ... 2 . Cucilah sampai bersih , lalu potong kecil² & masukkan ke dlm panci ... 3 . Tuangkan air bersih , kira2 1 liter , didihkan selama 10 menit & biarkan hingga dingin ... 4 . Saring & tuangkan kedlm botol yg bersih lalu simpan di dlm kulkas hingga dingin . Minum satu gelas setiap hari & Anda akan melihat semua endapan Garam & Racun lain yg keluar dari Ginjal Anda sewaktu buang air kecil ... Anda juga akan melihat perbedaan yg tdk pernah anda rasakan sebelumnya ... Saledri dikenal sebagai obat ALAMI terbaik utk mencuci Ginjal !!! Jadi tdk ada efek sampingnya !!! .. Silakan disebarkan ke seluruh saudara & teman anda , agar bisa memberi manfaat bagi bnyk orang yg membutuhkan informasi ini . Terutama bagi orang² yg rutin mengkonsumsi obat²an pabrik . Semoga bisa bermanfaat !!! Sumber : Group cahaya Tips kesehatan : SAYANGI GINJAL ANDA Klu terjadi gangguan pd Ginjal , jngn cepat² cuci Darah !!! Ini ada tips utk mengatasinya Biji Alpokat diiris kecil² lalu jemur sampai kering ( spt kerupuk ) ... Lalu di giling sampai halus , ambil serbuknya lalu buat seperti kita buat kopi atau teh . Minum seperti kita minum kopi 3 x sehari . Minumlah sampai kembali normal. Gak ada efek samping ... Salam sehat . Jngn pelit berbagi ke kawan kerabat sahabat family yaa . Selamat mencoba ... > Kirim ke semua orang yg kita sayangi ... semoga kita semua hidup sehat ... Prof. Dr. Ir Budi Indarto ... Semoga kita semua diberi KESEHATAN ... AMIIN SEMOGA BERMANFAAT SILAHKAN SHARE ...

AHLI TAHAJUD, JENAZAHNYA SEHAT BUGAR

Seorang pemuda berusia 17 tahun dilarikan ke Rumah sakit militer di Riyadh. Sebuah peluru nyasar mengenai tubuhnya. Dalam perjalanan ke rumah sakit, pemuda itu memandang wajah ibunya yang sedang menangis sedih seraya mengatakan, “Wahai ibunda, janganlah engkau bersedih. Aku baik-baik saja. Sesungguhnya aku akan meninggal. Aku telah mencium wanginya bau surga.” Orang tua mana yang tidak terkejut dengan kalimat tersebut dari putra kesayangannya. Mereka masih berharap putranya dapat diselamatkan. Sesampainya di instalasi gawat darurat, seorang dokter langsung menanganinya. Namun sang pemuda itu berkata kepadanya, “Wahai saudaraku, sesungguhnya aku akan meninggal. Aku telah mencium semerbak harum bau surga. maka janganlah engkau merepotkan dirimu sendiri. Aku hanya menginginkan kehadiran ayah dan ibuku di sisiku.” Sesuai permintaan pemuda, kini ayah dan ibu telah berada di instalasi gawat daurat. Sebuah senyum kebahagiaan terpancar di wajah sang pemuda. Lalu ia membaca dua syahadat. “Asyhadu an laa-ilaaha illallah wa asyhadu anna Muhamamadan rasulullah” kalimat sang pemuda ini sekaligus mejadi kalimat terakhir dalam hidupnya. Ia menghadap Allah Subhanahu wa Ta’ala segera setelah menyelesaikan ikrar syahadat, bahkan ia meninggal dalam posisi telunjuk jari tangannya menunjuk, seperti posisi tasyahud dalam shalat. Setelah Maghrib, dokter Kholid bin Abdul Aziz Al Jubair bertemu dengan Dhiya’, petugas rumah sakit yang memandikan jenazah pemuda tersebut. Ia menceritakan kondisi pemuda tersebut saat dimandikannya. “Jari telunjuknya membentuk isyarat seperti orang shalat yang sedang membaca tasyahud.” Selain itu, hal yang paling ajaib adalah, jenazah pemuda tersebut tetap segar. Terlihat segar bugar. Seperti orang yang sedang beristirahat dengan nyenyak. Dokter spesialis bedah itu penasaran. Ia pun menemui orang tua si pemuda dan menanyakan amal apa yang dilakukan oleh putra mereka sehingga ia bisa membaca syahadat di akhir hayatnya, bertasyahud dan jasadnya tetap segar bugar. “Anak kami,” kata orang tuanya kepada dokter Kholid, “sejak memasuki usia akil baligh, dialah yang selalu membangunkan kami untuk shalat Subuh. Ia sangat rajin qiyamullail dan membaca Al Qur’an. Selalu berupaya menunaikan shalat jama’ah di masjid…” Masya Allah… usianya baru 17 tahun, masih duduk di kelas 2 SMA, tetapi amalnya luar biasa. Pantaslah jika dirinya mendapatkan karunia Allah berupa husnul khatimah dan jenazahnya segar bugar. Dokter Kholid lantas menceritakan apa yang diketahuinya kepada rekannya yang juga dokter ahli bedah. “Masya Allah… usianya baru 17 tahun? Ia sungguh jauh lebih baik dariku. Mengapa aku tidak belajar darinya?” kata dokter itu. Ia pun kemudian mengambil cuti satu minggu. “Aku ingin melakukan muhasabah,” katanya kepada dokter Kholid. Dokter Kholid juga menceritakan kepada rekannya yang dokter bedah di Jeddah. Mendengar cerita dokter Kholid, dokter itu menangis. Ia pun berkomitmen untuk memperbaiki diri dan meningkatkan amal-amalnya. “Jika anak berusia 17 tahun saja bisa, mengapa ada alasan bagi kita untuk menunda-nunda ibadah kepada-Nya?” Bagaimana dengan kita ????? ```Jika menurut saudara tausiah ini ada manfaatnya, Silahkan di-share untuk teman, sahabat, keluarga, atau bahkan orang yang tidak saudara kenal sekalipun. semoga Anda juga mendapatkan balasan pahala yang berlimpah dari Allah Subhanahu Wa Ta'ala``` Aamiin Ya Robbal Alamiin

HARGA KASIH SAYANG IBU

*Astaghfirullah hal adziim. Naudzubillahi mindzaaliq. jangan contoh ini ya* *HARGA KASIH SAYANG IBU* Seorang anak yang kaya lagi sukses menjenguk ibunya yang terbaring di rumah sakit. Sudah sebulan lamanya sang ibu bergelut dengan penyakit yang nyaris merenggut nyawanya. Alhamdulillah, tepat keesokan harinya sang ibu telah diijinkan pulang oleh dokter. Dengan segera, si anak mengantar ibunya kembali ke rumah. Ketika sampai di rumah, dan melihat ibunya terbaring, tiba tiba si anak mengeluarkan lembaran lembaran kertas untuk diberikan kepada ibunya. Isinya adalah tagihan uang selama perawatan di rumah sakit. 1. Obat: Rp. 12.500.000 2. Kamar rumah sakit: Rp. 8.000.000 3. Uang Lelah menjenguk: Rp. 4.000.000 4. Uang Jaga malam di rumah sakit: Rp. 3.000.000 5. Uang untuk Merawat ibu selama sebulan :Rp. 5.000.000 6. Kerugian karena harus meninggalkan meeting: Rp 4.500.000 4. Bensin untuk perjalanan: Rp1.000.000 5. Lain lain: Rp10.000.000 tak lupa, dipojok kiri bawah tertulis "Bisa dilunasi kontan atau dicicil" Sang ibu tersenyum kepada anak kesayangannya tersebut. Beliau lalu mengambil sebuah map dan menyerahkan kepada anaknya. Si anak yang tidak mau waktunya terbuang, segera meluncur meninggalkan rumah ibunya. Beberapa jam setelah itu, ponselnya berdering dan seorang kerabatnya mengabarkan kalau penyakit ibunya kambuh. Si anak terdiam tidak perduli, jadwal kerjanya masihlah sangat banyak dikantor, dan itu yang harus diutamakan, pikirnya. Sebentar kemudian, dia teringat untuk membuka dan mengetahui isi dari sebuah map yang telah diberikan ibunya hari itu. Ternyata berisi sebuah sertifikat rumah, tanah, dan lain lain milik ibunya. Belum sempat dia menyelesaikan membaca, tiba tiba ponselnya berdering lagi. Kali ini kerabatnya memberitahukan bahwa sang ibu telah meninggal dunia. Si anak masih terdiam, sampai dia melihat secarik kertas kecil yang jatuh diantara beberapa surat yang digenggamnya... Sebuah surat terakhir dari ibunya yang berisi... " Terimakasih atas semua yang telah kamu berikan pada ibu, anakku sayang. Kamu punya rincian, ibupun akan demikian. Namun ibu merasa kurang bisa mengisi berapa harga yang pas untuk rincian ini. Untuk pembelian nutrisi selama kamu di dalam kandungan: "gratis" Untuk sembilan bulan ibu mengandungmu: "gratis" Untuk biaya bersalin ditambah biaya kesakitan melahirkanmu : "gratis" Untuk setiap malam ibu menemani kamu: "gratis" Untuk semua saat susah dan air mata dalam mengurus kamu : "Gratis" Untuk membawamu ke dokter dan mengobati saat kamu sakit, serta mendo'akanmu: "gratis" Untuk setiap tetes Air susu ibu: "gratis" Untuk biaya sekolah, makan, tempat tinggal untukmu: "gratis" Untuk biaya mendidikmu hingga kamu dewasa dan sukses : "gratis" Untuk Mengasihimu selama 30 tahun: "gratis" Anakku… dan kalau kamu menjumlahkan semuanya Akan kamu dapati bahwa harga Kasih sayang ibu adalah "GRATIS...!!" Ah ibu bercanda anakku...Ibu serahkan semua ini sebagai warisan untukmu. Maaf ibu tidak bisa memberimu lebih banyak. Maafkan ibu." Tangis penyesalanpun akhirnya memenuhi ruangan itu... Cintai orang tua kita yang masih ada........ ( smg berguna untuk anak anak kita, sampaikan ke grup lain jika dianggap bermanfaat ). 😇😇😇

KESEHATAN

```JANGAN LUPA BERBAGI KALO SUDAH BACA. ===================== Para dokter di Rumah Sakit Nasional TAIWAN melakukan penemuan terbaru, penyebab utama kerusakan hati adalah tidur terlalu malam & bangun terlalu siang. Jangan tidur lewat dari jam 22.00 malam, karena malam hari Pk. 23.00 s/d dini hari Pk. 01.00 adalah Proses Pembersihan(detox) di bagian hati, harus berlangsung dalam kondisi tidur pulas. Pk. 01.00 s/d 03.00 Proses Pembersihan di bagian Empedu dalam kondisi tidur. Pk. 03.00 s/d 05.00 Proses Pembersihan bagian Paru-paru. Nah...ini pas waktu bangun untuk tahajud dan tarik napas dalam2 menghirup udara pagi. Pk. 05.00 s/d 07.00 Proses Pembersihan bagian Usus Besar, sebaiknya Buang Air Besar... Pk. 07.00 s/d 09.00 Proses Penyerapan Gizi bagi Usus Halus, jadi harus makan pagi. Begadang & bangun terlalu siang mengacaukan Metabolisme tubuh Selain itu dari tengah malam s/d Pk. 04 dini hari adalah waktu bagi Sumsum Tulang Belakang utk memproduksi darah. Kirim ke orang-orang yg kamu sayangi. PENTING BUAT YG SUKA BEGADANG... Menurut Dennis G West, pengarang buku Kesehatan Terlaris, hal2 yg harus di perhatikan : ✔Jawablah telepon menggunakan telinga sebelah kiri ✔Jangan minum Obat dengan Air Dingin ✔Jangan makan makanan berat setelah jam 18.00 malam ✔Minum lebih banyak Air Putih di pagi hari, malam lebih sedikit ✔Jam tidur yg Paling Baik jam 22.00 malam sampai jam 03.00 pagi ✔Jangan terlalu cepat berbaring setelah minum obat ✔Ketika Baterai Ponsel tinggal satu jangan angkat telp krn Radiasi meningkat hingga 100 kali. Bagi ini ke orang-orang terdekat Anda, Kebaikan hati tidak pernah merugikan kita. Semoga bermanfaat Untuk Kita Semua!!!! 👍👍🇮🇩🇮🇩```

Ajaib, IQ Gadis Ini Naik 50 Poin Dalam 3 Bulan. Ini Rahasianya!

A _____________________________________ Sudah menjadi keyakinan umum bahwa IQ seseorang bersifat tetap atau tidak akan berubah. Tapi ternyata hal ini tidak berlaku bagi Lusi (18 tahun). Menjadi lama sudah seorang pilot merupakan impian yang diidam-idamkan. Dengan tekad yang bulat ia memutuskan untuk mencoba peruntungannya dengan mendaftar sekolah pilot di DPST Tasikmalaya. Namun apa mau dikata, hasil tes IQ dara asal Lampung ini ini menunjukkan skor 67. Sebuah angka yang jauh dari persyaratan. Seorang kenalannya kemudian menyarankan Lusi untuk konsumsi BRAINKING PLUS. Antara percaya dan tidak percaya, Lusi pun mencobanya. Menurut penuturannya, ia membeli BRAINKING PLUS pada hari kamis, dan baru mulai mengkonsumsinya pada hari Jum’at. Keesokan harinya, pada hari Sabtu, mulai ada reaksi. Kepalanya mulai terasa cekot-cekot dan terus berlangsung selama 2 hari. Sang kenalan menganjurkan untuk melanjutkan konsumsi BRAINKING PLUS, namun memperbanyak minum air putih. Alhamdulillah rasa nyeri di kepala itu berangsur-angsur menghilang. Selang beberapa hari, yaitu hari rabu, Lusi kembali melakukan tes. Di luar dugaan, hasil tesnya membaik menjadi 96. Melihat perkembangan yang menggembirakan itu, Lusi memutuskan untuk melanjutkan konsumsi BRAINKING PLUS selama 3 bulan seperti yang disarankan. Selang 3 bulan kemudian, Lusi kembali melakukan tes. Hasilnya di luar dugaan: IQ Lusi meningkat menjadi 117, dan iapun diterima di sekolah yang diidamkannya itu. PERHATIKAN OTAK, ASET KITA YANG SANGAT BERHARGA Sekalipun banyak di antara para ahli menyatakan bahwa IQ tidak akan berubah, ternyata banyak di antara pakar otak memiliki pandangan berbeda. Menurut mereka, IQ masih mungkin untuk berubah saat remaja. Serangkaian penelitian berkaitan dengan hal ini dilakukan di Eropa pada tahun 2004. Para peneliti melakukan tes IQ terhadap 33 orang remaja berusia 12 hingga 16 tahun. Empat tahun kemudian, tes yang sama dilakukan saat mereka berusia 15 hingga 20 tahun. Mereka juga menjalani scan otak untuk meneliti struktur otaknya. Hasilnya, ditemukan bahwa ternyata ada perbedaan nilai IQ antara tes pertama (tahun 2004) dan tes kedua (tahun 2008). Beberapa remaja mengalami peningkatan nilai IQ-nya rata-rata sebanyak 20 poin, sedangkan yang lainnya turun dengan jumlah yang rata-rata 20 poin juga. Skor rata-rata tes IQ pada percobaan tersebut adalah sekitar 100. Beberapa ahli berpendapat, hasil tes IQ bisa berubah karena dipengaruhi beberapa kondisi. Stres, stamina, kesehatan, perbedaan soal tes, dan beberapa hal lainnya ikut berpengaruh terhadap hasil tes. Kurangnya nutrisi bagi otak juga disinyalir sangat berpengaruh pada kemampuan otak kita. Otak merupakan organ tubuh yang tidak pernah berhenti bekerja untuk mengontrol seluruh bagian tubuh kita yang lain. Berhentinya pasokan sumber energi otak akan menyebabkan berhentinya otak kita, dan berhenti pula seluruh aktivitas di tubuh kita. Dengan kata lain, berhentinya pasokan nutrisi ke otak kita bisa diartikan segera berakhirnya kehidupan kita. Para peneliti memperkirakan bahwa otak mengkonsumsi 30% – 40% energi yang dibutuhkan tubuh kita. Bisa dibayangkan, saat otak kekurangan nutrisi, maka begitu banyak proses yang akan terganggu, termasuk berfikir. Itulah sebabnya, saat otak kita kekurangan nutrisi, hasil tes IQ kita bisa menurun jauh di bawah kemampuan sebenarnya. Itulah sebabnya asupan nutrisi yang tepat sangat penting untuk perkembangan otak anak anak-anak kita. Dalam kehidupan kita, tentu kita pernah mengalami peristiwa di mana kinerja otak kita menurun bukan? Sangat mungkin itu diakibatkan otak kita kekurangan nutrisi. Bila hal ini terjadi, maka waspadalah. Jangan sepelekan gangguan pada otak kita ! Otak merupakan bagian tubuh kita yang tidak bisa melakukan regenerasi. Artinya, kerusakan pada sel otak akan bersifat permanen. ________________________

Sabtu, 29 April 2017

KESOMBONGAN SEORANG LELAKI

Seorang lelaki kaya nan sombong berjalan di keramaian pasar ... Seorang wanita paruh baya penjual minyak samin , dengan kendi di atas kepala sambil membawa ember di tangan kanan... melintas di hadapannya Lelaki itu bertanya *_"Wahai wanita ... dagangan apa yang engkau bawa?"..._* Yang ditanya menjawab *_"Minyak samin tuan" .._* _"Coba aku pingin lihat"_ lelaki itu berkata dengan nada suara datar. Dengan susah payah wanita paruh baya itu menaruh ember yang ia bawa lalu berusaha menurunkan kendi dan...... "TES... TES..." gemetar tangan si wanita membuat kendi berguncang & sedikit minyak samin tumpah, menetes mengenai baju lelaki itu... Seketika amarah lelaki itu meledak. tanpa belas kasihan ia menghardik wanita malang penjual minyak samin : *_"Aku tidak terima... kau harus membayar bajuku yang engkau kotori ini .!"_* *_"Maaf tuan ... saya tidak sengaja ...maafkanlah saya.."_* Memelas wanita itu bersimpuh menghiba .. *_"Enak saja ... tidak bisa ... ayo bayar bajuku ini"_*& *bertambah tinggi suara amarah lelaki itu ... Tak berdaya ... dengan suara lirih wanita malang itu memberanikan diri bertanya : *_"Memangnya berapa harga baju tuan ini.?" ..._* *_"Baju ini harganya 1000 dinar .. ayo bayar.!" ..._* Kaget sekali wanita itu .. ia menghiba : *_"Dari mana uang sebanyak itu tuan ... saya ini wanita miskin.?" ..._* Emosi dan kesombongan lelaki itu memuncak : *_"Aaah ... saya tidak mau tau itu .. baju yang kau kotori ini harus kau bayar.!"_* Pemandangan menyedihkan ini menyebabkan terhentinya langkah seorang lelaki muda. Ia lalu berdiri disisi wanita malang itu sambil berkata *_"Ini uang 1000 dinar ... biar baju tuan yang mulia ini saya bayar"_* Ia mengeluarkan kantung uang dari saku bajunya dan memberikan-nya pada lelaki jumawa yang lalu menerima dan menghitung uang 1000 dinar dengan mata berbinar ... Wanita itu berterimakasih berkali2 pada lelaki muda dewa penolongnya itu .. Merasa uang yang ia inginkan sudah diperoleh laki2 sombong itu hendak melangkah pergi ... *_"Eeh nanti dulu..?" hardik lelaki muda itu .._* _"Ada apa lagi ?"_ balasnya ketus ... Dengan tenang lelaki muda itu berkata *_"Kan sudah saya bayar bajumu itu .. sini ... berikan baju itu padaku ... itu baju milik-ku "_* Terbelalak mata lelaki sombong itu berkata *_"lha jadi saya harus berjalan di pasar ini telanjang bulat..?"_* Ketus lelaki muda menjawab *_"Itu bukan urusan saya! bawa sini saya sudah bayar 1000 dinar... itu baju milik saya sekarang.! "_* Orang2 yang sedari tadi berkerumun dan geram dengan kelakuan si lelaki sombong rame2 berteriak *_"Ayo buka bajunya..!" & "serahkan bajunya ... itu bukan milikmu lagi.!"_* Merasa terpojok dengan suara memelas si sombong menunduk-kan kepala berkata pada lelaki muda *_"Ini ... ambil kembali uangmu ini ... aku tidak jadi menjual bajuku ini."_* Laki2 muda berkata *_"Siapa bilang saya mau menjual baju itu.?_* *_Saya tidak ingin menjualnya!_* *_Sini...! serahkan bajuku.!"_* Pucat pasi wajah si lelaki sombong ... ia menghiba *_"Tolonglah... jual kembali baju ini padaku"..._* Setelah memohon berkali2 akhirnya laki2 muda itu berkata *_"Baiklah ... tapi karena baju itu milikku ... aku tidak akan menjualnya kecuali dengan harga 2000 dinar " ..._* Pahit dirasa ludah yang terpaksa ditelan laki2 sombong itu demi mendengar omongan ini ... Dengan wajah yang tetap menunduk ia lalu merogoh koceknya 2000 dinar ... menyerahkannya pada lelaki muda ... dan secepatnya berlalu pergi diiringi riuh rendah suara sorakan orang2 di pasar itu ... Laki2 muda itu lalu mengulurkan uang 2000 dinar itu pada wanita penjual minyak samin yang sedari tadi masih terduduk bersimpuh di dekatnya ... *_" Ibu ... ini hadiah dariku untukmu " ...._* Saudaraku ... ingatlah selalu ... *_Siapa yang merendah, ALLAH akan meninggikan-nya ..._* *_Siapa yang sombong ... ALLAH akan merendah-kan-nya..._* *_Di dunia ini ... dan juga di akhirat nanti...._* *_Nafa'ani wa iyyakum ..._* *_"Semoga Allah menghilangkan kesombongan kita"_* آمِيْنَ...آمِينَ ياَرَبَّ الْعَالَمِيْنَ _Dalam satu hadis Qudsi Allah berfirman:_ *_Keagungan adalah pakaianku._* *_Kesombongan adalah selendangku._* *_Barang siapa yang mencabutnya dariku_* *_Maka Aku akan mengazabnya._* *_(Hadis Qudsi Riwayat Abu Daud Ibnu Maja)_* Semoga bermanfaat

Jumat, 28 April 2017

RENUNGAN MALAM

🌾
     
*_Adalah hal biasa jika  melihat perahu di atas air , namun bahaya bila melihat air dalam perahu. Maka  kita boleh berada dihati dunia tapi JANGAN TEMPATKAN DUNIA DALAM HATI..._*

*_Jika kita pernah merugi sesuatu yang tidak pernah kita sangka suatu hari, maka sesungguhnya Allah akan memberi rizki suatu hari yang tidak pernah kita sangka akan memilikinya_*

*_Optimislah saat segala urusan terasa sulit, karena Allah telah bersumpah dua kali   "SESUNGGUHNYA SEBUAH KESULITAN BERSAMA KEMUDAHAN, SESUNGGUHNYA SEBUAH KESULITAN BERSAMA KEMUDAHAN..._*

*_Kehidupan bertanya kepada kematian: "mengapa manusia mencintaiku dan membencimu?"_*
 *_Maka maut menjawab: "karena kau adalah KEBOHONGAN YANG INDAH, sedangkan aku adalah KENYATAAN YANG MENYAKITKAN...."_*

 *_Kita tidak tahu setelah Allah merahmati kita, APALAGI YANG BISA MEMBUAT KITA MASUK SURGA.??_*

*_Apakah itu ruku', atau sedekah, atau air yg kita berikan, atau kebutuhan orang beriman yg kita tunaikan, atau doa, ataukah dzikir kita...?_*
*_Maka beramal lah dan jgn menyepelekan_*

*_Letakkan sedikit perasaan pada akal agar dia LEMBUT dan letakkan sedikit akal pada perasaan agar dia LURUS..._*

🔸 *_MILIKILAH  HATI  YG MENERIMA  KESAKITAN DGN  DIAM... DAN  MENILAI KESALAHAN  ORANG  LAIN DGN  NIAT  BAIK  DAN BIJAK.._*

*_Ketika kita meyaqini bhw setelah  kesengsaraan adalah sebuah kebahagiaan dan setelah air mata yang mengalir adalah senyuman, maka sesungguhnya kita telah melaksanakan ibadah yg amat agung yaitu BERPRASANGKA BAIK KEPADA-NYA..._*

*_Jika sakitnya dunia membuat lelah maka janganlah bersedih...._* *_Barangkali Allah ingin mendengar suara kita dalam tangisan doa... dan jangan  menunggu kebahagiaan utk tersenyum... tersenyumlah sehingga kita bahagia..._*

*_Mengapa  berpikir banyak sedangkan Allah adalah yang maha Mengatur..?_*

*_Kita tidak tau dimana rejeki kita... tetapi REJEKI TAHU DIMANA KITA BERADA..._*

*BALASLAH  KEBURUKAN DENGAN  KEBAIKAN...*
*_Jika kita membalas keburukan dgn keburukan maka kapan keburukan ini akan berakhir...?!_*

🍃 *Firman Allah Swt...."* *_...dan barangsiapa yang memaafkan dan mem perbaiki maka pahalanya ada di sisi Allah"._*

*_Jangan iri kepada seorang pun karena sebuah nikmat, karena kita tidak tahu apa yg telah Allah ambil darinya... dan janganlah bersedih karena sebuah musibah, karena kita tidak tahu apa yg akan Allah hadiahkan untuk kita...._*

*Bersabarlah... Dia selalu bersama dengan hamba2-Nya yang sabar...*

___________________________

*Alhamdulillah... puji syukur kehadirat Illahi Robbi atas nikmat karunia-Nya...*

🔸 *TERIRING DO'A* 🔸

*Bismillahirrohmanirrohim*
*Yaa Allah....*
*Anugerahi kami keberkahan dan kelancaran amal ibadah kami....*
*Jagalah akidah kami, kuatkan iman dan taqwa kami...*
*Tutuplah usia kami dalam kasih sayang-Mu.. husnul khotimah..*
*Aamiin ya råbbal'alamiin*      🙏

*Selamat pagi, 💐
*Salam sehat penuh berkah...*

*SEMOGA HARI JUM'AT INI PENUH BERKAH UNTUK KITA SEMUA DAN KELUARGA....*
*Aamiin ya råbbal'alamiin* 🙏

🌾

30 TAHUN MENDATANG ANAK KITA


بسم الله الرحمن الرحيم

Agak SERIUS dan agak panjang, tapi jika tidak kita sempatkan membaca sekarang, saya yakin besok atau besoknya kita lebih tidak sempat lagi...

* TAUSIYAH PRIBADI *

(Untuk Orang-tua dan Guru)
Karena pada dasarnya kita semua adalah murabbi (guru) bg anak2 kita....

“30 TAHUN MENDATANG ANAK KITA”

Oleh : Muhammad Fauzil Adhim

Jangan remehkan dakwah kepada anak-anak !

Jika telah terikat hatinya dgn Islam, mereka akan mudah bersungguh-sungguh menetapi agama ini setelah dewasa.
Jika engkau gembleng mereka untuk siap menghadapi kesulitan, maka kelak mereka tak mudah ambruk hanya karena langkah mereka terhalang oleh kendala2 yg menghadang.

Tetapi jika engkau salah membekali, mereka akan menjadi beban bagi ummat ini di masa yg akan datang.

Cemerlangnya otak sama sekali tidak memberi keuntungan jika hati telah beku dan kesediaan untuk berpayah-payah telah runtuh.

Maka, ketika engkau mengurusi anak2 di sekolah, ingatlah sejenak.
Tugas utamamu bukan sekedar mengajari mereka berhitung. Bukan ... !!!

Engkau sedang berdakwah.
Sedang mempersiapkan generasi yg akan mengurusi ummat ini 30 tahun mendatang.

Dan ini pekerjaan sangat serius. Pekerjaan yg memerlukan kesungguhan berusaha, niat yg lurus, tekad yg kuat serta kesediaan untuk belajar tanpa henti.

Karenanya, jangan pernah main2 dalam urusan ini.
Apa pun yg engkau lakukan terhadap mereka di kelas, ingatlah akibatnya bagi dakwah ini 30-40 tahun yg akan datang.

Jika mereka engkau ajari curang dalam mengerjakan soal saja, sesungguhnya urusannya bukan hanya soal bagaimana agar mereka lulus ujian. Bukan...
Yang terjadi justru sebaliknya, masa depan ummat sedang engkau pertaruhkan !!!

Tidakkah engkau ingat bahwa induk segala dusta adalah ringannya lisan untuk berdusta dan tiadanya beban pada jiwa untuk melakukan kebohongan.

Maka, ketika mutu pendidikan anak2 kita sangat menyedihkan, urusannya bukan sekedar masa depan sekolahmu. Bukan...

Sekolah ambruk bukan berita paling menyedihkan, meskipun hal ini sama sekali tidak kita inginkan.
Yang amat perlu kita khawatiri justru lemahnya generasi yg bertanggung-jawab menegakkan dien ini 30 tahun mendatang.

Apa yg akan terjadi pada ummat ini jika anak2 kita tak memiliki kecakapan berpikir, kesungguhan berjuang dan ketulusan dalam beramal ?

Maka..., ketika engkau bersibuk dgn cara instant agar mereka tampak mengesankan, sungguh urusannya bukan untuk tepuk tangan saat ini.
Bukan pula demi piala2 yg tersusun rapi.

Urusannya adalah tentang rapuhnya generasi muslim yg harus mengurusi umat ini di zaman yg bukan zamanmu.
Kitalah yg bertanggung-jawab terhadap kuat atau lemahnya mereka di zaman yg boleh jadi kita semua sudah tiada.

Hari ini, ketika di banyak tempat, kemampuan guru-guru kita sangat menyedihkan, sungguh yg paling mengkhawatirkan adalah masa depan ummat ini.
Maka, keharusan untuk belajar bagimu.

Wahai Para Guru..., bukan semata urusan akreditasi.
Apalagi sekedar untuk lolos sertifikasi.
Yang harus engkau ingat adalah: “Ini urusan ummat... Urusan dakwah.”

Jika orang2 yg sudah setengah baya atau bahkan telah tua, sulit sekali menerima kebenaran, sesungguhnya ini bermula dari lemahnya dakwah terhadap mereka ketika masih belia; ketika masih kanak2.
Mereka mungkin cerdas, tapi Adab dan Iman tak terbangun.

Maka, kecerdasan itu bukan menjadi kebaikan, justru menjadi penyulit bagi mereka untuk menegakkan dien.

Wahai Para Guru..., belajarlah dgn sungguh2 bagaimana mendidik siswamu.

Engkau belajar bukan untuk memenuhi standar dinas pendidikan.

Engkau belajar dgn sangat serius sebagai ibadah agar memiliki kepatutan menjadi pendidik bagi anak2 kaum muslimin.
Takutlah engkau kepada Allah ‘Azza wa Jalla.
Sungguh, jika engkau menerima amanah sebagai guru, sedangkan engkau tak memiliki kepatutan, maka engkau sedang membuat kerusakan.

Sungguh, jika urusan diserahkan bukan kepada ahlinya, tunggulah saatnya (kehancuran) tiba.

Ingatlah hadist Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam sebagaimana diriwayatkan oleh Imam Bukhari:

إِذَا ضُيِّعَتِ اْلأَمَانَةُ فَانْتَظِرِ السَّاعَةَ. قَالَ: كَيْفَ إِضَاعَتُهَا يَا رَسُولَ اللهِ؟ قَالَ: إِذَا أُسْنِدَ اْلأَمْرُ إِلَى غَيْرِ أَهْلِهِ فَانْتَظِرِ السَّاعَةَ.

“Jika amanah telah disia-siakan, maka tunggulah hari Kiamat.”

Dia (Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu) bertanya, “Wahai Rasulullah, bagaimanakah menyia-nyiakan amanah itu ?”

Beliau menjawab, “Jika satu urusan diserahkan kepada bukan ahlinya, maka tunggulah hari Kiamat!”
{HR. Bukhari}

Maka, keharusan untuk belajar dengan sungguh2, terus-menerus dan serius bukanlah dalam rangka memenuhi persyaratan formal semata-mata.
Jauh lebih penting dari itu adalah agar engkau memiliki kepatutan menurut Dien ini sebagai seorang murabbi (guru).

Sungguh, kelak engkau akan ditanya atas amanah yg engkau emban saat ini.

Wahai Para Guru..., singkirkanlah tepuk tangan yg bergemuruh. Hadapkan wajahmu pada tugas amat besar untuk menyiapkan generasi ini agar mampu memikul amanah yg Allah Ta'ala berikan kepada mereka.
Sungguh, kelak engkau akan ditanya di Yaumil-Qiyamah atas urusanmu.

Jika kelak tiba masanya sekolah tempatmu mengajar dielu-elukan orang sehingga mereka datang berbondong-bondong membawa anaknya agar engkau semaikan Iman di dada mereka, inilah saatnya engkau perbanyak istighfar.

Bukan sibuk menebar kabar tentang betapa besar nama sekolahmu.
Inilah saatnya engkau sucikan nama Allah Ta’ala seraya senantiasa berbenah menata niat dan menelisik kesalahan diri kalau2 ada yg menyimpang dari tuntunan-Nya.
Semakin namamu ditinggikan, semakin perlu engkau perbanyak memohon ampunan Allah ‘Azza wa Jalla.

Wahai Para Guru..., sesungguhnya jika sekolahmu terpuruk, yg paling perlu engkau tangisi bukanlah berkurangnya jumlah siswa yg mungkin akan terjadi.
Ada yg lebih perlu engkau tangisi dgn kesedihan yg sangat mendalam.

Tentang masa depan ummat ini; tentang kelangsungan dakwah ini, di masa ketika kita mungkin telah tua renta atau bahkan sudah terkubur dalam tanah.

Ajarilah anak didikmu untuk mengenali kebenaran sebelum mengajarkan kepada mereka berbagai pengetahuan.

Asahlah kepekaan mereka terhadap kebenaran dan cepat mengenali kebatilan.
Tumbuhkan pada diri mereka keyakinan bahwa Al-Qur’an pasti benar, tak ada keraguan di dalamnya.
Tanamkan adab dalam diri mereka.
Tumbuhkan pula dalam diri mereka keyakinan dan kecintaan terhadap As-Sunnah Ash-Shahihah.

Bukan menyibukkan mereka dgn kebanggaan atas dunia yg ada dalam genggaman mereka.

Ingat do’a yg kita panjatkan:

"اللهُمَّ أَرِنَا الحَقَّ حَقّاً وَارْزُقْنَا التِبَاعَةَ وَأَرِنَا البَاطِلَ بَاطِلاً وَارْزُقْنَا اجْتِنَابَهُ"

“Ya Allah, tunjukilah kami bahwa yg benar itu benar dan berilah kami rezeki kemampuan untuk mengikutinya.
Dan tunjukilah kami bahwa yg bathil itu bathil, serta limpahilah kami rezeki untuk mampu menjauhinya.”

Inilah do’a yg sekaligus mengajarkan kepada kita agar tidak tertipu oleh persepsi kita.
Sesungguhnya kebenaran tidak berubah menjadi kebatilan hanya karena kita mempersepsikan sebagai perkara yg keliru.
Demikian pula kebatilan, tak berubah hakekatnya menjadi kebaikan dan kebenaran karena kita memilih untuk melihat segi positifnya.

Maka, kepada Allah Ta’ala kita senantiasa memohon perlindungan dari tertipu oleh PERSEPSI SENDIRI.

Pelajarilah dgn sungguh2 apa yg benar; apa yg haq, lebih dulu dan lebih sungguh2 daripada tentang apa yg efektif.
Dahulukanlah mempelajari apa yg TEPAT daripada apa yg MEMIKAT.

Prioritaskan mempelajari apa yg BENAR daripada apa yg penuh GEBYAR.
Utamakan mempelajari hal yg benar dalam mendidik daripada sekedar yg membuat sekolahmu tampak besar bertabur gelar.

Sungguh, jika engkau mendahulukan apa yg engkau anggap mudah menjadikan anak hebat sebelum memahami betul apa yg benar, sangat mudah bagimu tergelincir tanpa engkau menyadari.

Anak tampaknya berbinar-binar sangat mengikuti pelajaran, tetapi mereka hanya tertarik kepada caramu mengajar, tapi mereka tak tertarik belajar, tak tertarik pula menetapi kebenaran.

Dakwah terhadap anak harus kita perhatikan.
Kesalahan mendidik terhadap anak kecil, tak mudah kelihatan.
Tetapi kita akan menuai akibatnya ketika mereka dewasa.

Semoga Bermanfaat utk kita sbg org tua & guru bg anak2 kita
Juga Asatiidz/ah (Guru-guru) anakku ...

Semoga bermanfaat...

LENGKAPI SARAPAN PAGI KITA dengan 7 Butir Kurma


#Hidupkansunnahdenganmemakankurmasetiaphari
#Hidupsehatdenganmakankurma

Sarapan Sehat ala Rasulullah dengan Memakan Tujuh Bulir Kurma
Assalamualaikum Sahabat Muslim Indonesia :)

Terkadang, di pagi hari Rasulullah juga memakan tujuh butir kurma ajwa sebagai sarapan pagi. Terkait khasiat dari kurma, Rasulullah saw. dalam beberapa riwayat dikatakan bahwa ketika di perang khaibar ada seorang wanita Yahudi melakukan percobaan pembunuhan dengan mencampurkan racun pada makanan Rasulullah saw. Namun gagal meskipun racun tersebut sudah ditelan oleh Rasulullah bersama makanan yang dimakan oleh beliau. Sementara sahabat lain yang bernama Bisyr Ibn al Barra’ wafat setelah memakan makanan beracun tersebut karena sebelumnya tidak memakan kurma –tentu terlepas dari urusan ajal dan keterjagaan Rasulullah saw. sebagai seorang Nabi.

Dari sisi kesehatan pun kurma mengandung banyak khasiat, diantaranya dapat menetralisir racun bahkan menjaga kesehatan liver (hati). Ada sebuah fakta seorang pasien disalah satu Rumah Sehat Islam Bogor yang sudah divonis oleh dokter bahwa umurnya tinggal beberapa bulan saja karena menderita kerusakan liver (hati) yang parah, setelah mengonsumsi kurma dengan resep dan saran dari ahli di Rumah Sehat Islam tersebut. Bi idznillah (dengan izin Allah) penyakit yang diderita sang pasien perlahan membaik dan membuat dokter yang menanganinya heran dan kaget apa gerangan yang terjadi. Selain itu juga kurma mengandung gizi yang dapat menjadi asupan kalori cukup bagi tubuh dan banyak lagi khasiat dari kurma.

Dari Aisyah bahwa Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam bersabda : “Sesungguhnya kurma ‘Ajwa (jenis kurma yang baik yang tumbuh di daerah ‘Aliyah dekat Madinah) mengandung obat, atau dia adalah penawar racun di pagi hari” (Shahih Muslim, No 38:15)

Demikian sarapan pagi yang biasa menjadi menu pilihan Rasulullah saw. Semoga dapat membantu Akhi dan Ukhti  dalam menyiapkan sarapan pagi sebelum memulai aktivitas di setiap harinya. Dengan adanya tips sarapan pagi nan berkah ala Rasulullah saw. tersebut kita juga dapat mengambil hikmah bahwa untuk sehat tidak harus repot dan menguras tenaga dalam menyiapkan dan memenuhinya, tetapi dengan begitu sederhana serta waktu yang singkat Sarapan pagi telah siap saji.
Wallahualam bisawab
Semoga bermanfaat

Barakallahufikum


Al Ummah Dates
Terima pesanan kurma Ajwa
Free ongkir khusus kota medan

KISAH SEDERHANA DALAM MENGHADAPI HIDUP

*✅Muhasabah Diri*


*✍ Ustadz Subhan Bawazier*

*" Harta kita itu adalah apa yang kita bagikan ...*
*Kalau yang kita simpan itu justru harta orang lain ...* *Karena saat kita meninggalkan dunia ini, harta itu akan langsung berpindah tangan kepada ahli waris dan tidak bermanfaat untuk yang meninggal ... Padahal seumur hidup kita kerja keras mengumpulkan harta tsb*

😭 *Meninggal itu ternyata tidak membawa apa-apa ... Hanya selembar kain kafan berlapis tiga dengan diikat tali ...*

😭 *Tidak memiliki kantung untuk menaruh uang apalagi ATM yang dipersiapkan untuk memberi tips malaikat ...*

😭  *Tak ada kantung untuk menyelipkan kartu nama orang penting biar jalan menuju surga mulus ...*

 😭 *Tak dapat dimodifikasi model ala-ala hijab syari yang modis ... hanya boleh satu model aja ... yakni Pocong ...*

😭  *Meski baju tiga lemari, Tidak bisa satupun dipakai / dibawa untuk ganti baju ...*

😭 *Meski punya tanah/rumah dimana-mana, tetap saja harus tinggal di dalam kubur...*

 😭 *Meski memiliki deposito banyak di bank, tidak bisa dicairkan di dalam kubur ...*

 😭  *Meski punya banyak mobil mewah, tetap saja pergi ke kubur naik keranda ...*

 😭  *Meski punya gadget mahal dengan camera editor yang keren, tetap saja tidak bisa buat selfie dalam kubur ...*

 😭 *SEMUA DITINGGALKAN ...*

*Dan sayangnya, Meninggal itu tidak bisa direncanakan ... tidak bisa ditentukan tanggalnya ... Bisa nanti, bisa besok, bisa lusa ... bisa kapan aja ... Semua tergantung kehendak Allah Subhanallahu Wa Ta'ala*

*Sementara harta kita yang sesungguhnya masih sangat sedikit, karena kita terlalu sibuk mengumpulkan harta yang dipersiapkan untuk orang lain ...*

Saudaraku ...
Marilah bersama2 kita kumpulkan harta kita pada *BANK SEMESTA milik Allah Subhanallahu Wa Ta'ala* ...

Kita akan melihat *SALDO* harta kita pada saat kita kembali kepadaNya ...

Walaupun kita berangkat hanya menggunakan kain putih saja tanpa perbekalan ...

Namun ... Insyaallah sesampainya disana Allah akan kembalikan *Seluruh Tabungan Kita di alam Semesta Milik Allah Subhanallahu Wa Ta'ala* ...

*Tak Ada Yang Terlewat dan Tak Ada Yang Tak Terhitung ... Semua Sesuai Dengan HisabNya ...*

Share, yuk! Semoga saudara² kita mendapatkan faidah ilmu dari yang anda bagikan dan menjadi pembuka amal² kebaikan bagi anda yang telah menunjukkan kebaikan. آمِينَ.
                                               
                                       ___🍃🕋🍃___

🌴🌴🌴 BILA ALLAH TIDAK MENGHENDAKI KITA LAGI


Allah akan sibukkan kita dengan urusan dunia.

Allah akan sibukkan kita dengan urusan anak-anak.

Allah akan sibukkan kita dengan urusan menjalankan perniagaan dan harta.

Allah akan sibukkan kita dengan urusan mengejar karir, pangkat dan jabatan.

Alangkah ruginya karena kesemuanya itu akan kita tinggalkan.

Sekiranya kita mampu bertanya pada orang-orang yang telah pergi terlebih dulu menemui Allah Subhana Wa Ta'alla dan jika mereka diberi peluang untuk hidup sekali lagi,
Tentu mereka akan memilih untuk memperbanyak amal ibadah.

Sudah semestinya mereka memilih tidak lagi akan bertarung mati-matian untuk merebut dunia, yang sudah jelas-jelas tidak bisa dibawa mati.

Karena tujuan kita diciptakan adalah untuk menyembah Allah, beramal dan beribadah kepada Allah.

Kita mungkin cemburu apabila melihat orang lain lebih dari kita, dari segi gaji, pangkat, harta, jabatan, rumah besar, mobil mewah.

Kenapa kita tidak pernah cemburu melihat ilmu agama orang lain lebih dari kita.

Kita tidak pernah cemburu melihat orang lain lebih banyak amalan dari kita.

Kita tidak pernah cemburu apabila melihat orang lain bangun di sepertiga malam, sholat tahajud dan bermunajat kepada Allah.

Kita tidak pernah cemburu apabila melihat orang lain setiap hari sholat subuh berjamaah di masjid dekat rumah kita.

Kita hanya cemburu apabila melihat orang lain ganti kendaraan dengan yang lebih mewah.

Kita cemburu apabila melihat orang lain bisa setiap tahun liburan.

Kita hanya cemburu apabila melihat orang lain bergelimang harta, tahta dan Wanita.

Cemburu karena dia bisa jadi gubernur, bupati ataupun Walikota.

Tetapi jarang kita cemburu apabila melihat orang lain yang bisa khatam Al'Quran sebulan dua kali.

kita jarang cemburu apabila melihat mualaf yang Faham isi AlQur'an.

Kita jarang cemburu apabila melihat orang lain berbuat untuk menegakkan Akidah Islam.

Kita jarang cemburu kepada orang yang berjihad di jalan Allah.

Kita jarang cemburu kepada orang yang mewakafkan dirinya dan semua Hartanya dijalan Allah.

Setiap kali menyambut hari ulang tahun, kita sibuk mau merayakan sebaik mungkin,
tetapi kita telah lupa dengan bertambahnya umur kita.

Maka panggilan Illahi makin bertambah dekat.

Kita patut bermuhasabah mengenai persiapan ke satu perjalanan yang jauh, yang tidak akan kembali untuk selama-lamanya. Karena Hidup di dunia menentukan kehidupan yg kekal nanti di akhirat.

Sesungguhnya

MATI itu PASTI...
ALAM KUBUR itu BENAR...
HISAB itu BENAR...
MAHSYAR ALLAH itu BENAR...
SYURGA dan NERAKA itu BENAR...

Penyesalan itu selalu terlambat...
Menunda Taubat menunggu usia Tua...
Itupun kalau masih sempat...
Sebab syarat MATI ngak harus tua, ngak harus sakit ...
Penyelesaian masalah hidup adalah melalui iman dan amal.
Iman sebesar zarrah pun, Allah muliakan dgn syurga 100x dunia"
Lalu mengapa kita tak mau menambah bekal hidup kita dengan Iman, Ibadah dan Amalan baik...???

Mudah-mudahan hidup kita selamat di dunia dan Akhirat dan selalu bermanfaat untuk Ummat dan kita termasuk orang-orang yang Allah ridhoi, untuk masuk ke syurgaNya

آمـــــين يا ربّ العالمــين

✒ Ditulis oleh Ustadz Maududi Abdullah, Lc, hafizhahullah                                                                
***

SUAMIKU MILIK IBUNYA

Luangkan waktu untuk membaca. Bisa jadi bacaan ini sangat bermanfaat bagi anda.

( Merinding bacanya )

Berpuluh kali membaca postingan ini, tidak akan bosan. Subhanallah...
Pagi-pagi sekali, Sarah mengetuk pintu rumah ibunya. Ia menggendong anaknya dan membawa satu tas besar di tangan kanannya.

Dari matanya yang sembab dan merah, ibunya sudah tahu kalau Sarah
pasti habis bertengkar lagi dengan suaminya.

Meski heran, karena biasanya Sarah hanya sebatas menelpon sambil menangis jika bertengkar dengan suaminya. Ayah Sarah yang juga keheranan, segera menghampiri Sarah dan menanyakan masalahnya.
Sarah mulai menceritakan awal pertengkarannya dengan suaminya tadi malam.

Sarah kecewa karena suaminya telah membohongi Sarah selama ini.
Sarah menemukan buku rekening suaminya terjatuh didalam mobil.
Sarah baru tahu, kalau suaminya selalu menarik sejumlah uang setiap bulan, di tanggal yang sama.

Sementara Sarah tahu, uang yang Sarah terima pun sejumlah uang yang sama.

Berarti sudah 1 tahun lebih, suaminya membagi uangnya, setengah untuk Sarah, setengah untuk yang lain. Jangan-jangan ada wanita lain??
Ayah Sarah hanya menghela nafas, wajah bijaksananya tidak menampakkan rasa kaget atau pun marah.

*"Sarah...,*
*» Yang pertama, langkahmu datang ke rumah ayah sudah dilaknat Allah dan para MalaikatNya',*

*karena meninggalkan rumah tanpa seizin suamimu"*
Kalimat ayah sontak membuat Sarah
kebingungan.

Sarah mengira ia akan mendapat dukungan dari ayahnya.
*» "Yang kedua,* *mengenai uang suamimu, kamu tidak berhak mengetahuinya.*

*Hakmu hanyalah uang yang diberikan suamimu ke tanganmu.*
*Itu pun untuk kebutuhan rumah tangga.*

Jika kamu membelanjakan uang itu tanpa izin suamimu, meskipun itu untuk sedekah, itu tak boleh".

Lanjut ayahnya.
"Sarah.., suamimu menelpon ayah dan mengatakan bahwa sebenarnya uang itu memang diberikan setiap bulan untuk seorang wanita.
Suamimu tidak menceritakannya padamu, karena kamu tidak suka wanita itu sejak lama.

Kamu sudah mengenalnya, dan kamu merasa setelah menikah dengan suamimu, maka hanya kamulah wanita yang
memilikinya".

"Suamimu meminta maaf kepada ayah karena ia hanya berusaha menghindari pertengkaran denganmu.

Ayah mengerti karena ayah pun sudah mengenal watakmu" mata ayah mulai berkaca-kaca.

*"Sarah...,*
*kamu harus tahu, setelah kamu menikah maka yang wajib kamu taati adalah suamimu.*

*Jika suamimu ridho pdmu,*
*maka Allah pun Ridho.*
*Sedangkan suamimu, ia wajib taat kepada ibunya.*
Begitulah Allah mengatur laki-laki untuk taat kepada ibunya.
Jangan sampai kamu menjadi
penghalang bakti suamimu kepada ibundanya".
*"Suamimu, dan harta suamimu adalah milik ibu nya".*
Ayah mengatakan itu dengan tangis. Air matanya semakin banyak membasahi pipinya.

Seorang ibu melahirkan anaknya dengan susah payah dan kesakitan.
• Kemudian ia membesarkannya hingga dewasa hingga anak laki-lakinya menikah, ia melepasnya begitu saja.
• Kemudian anak laki-laki itu akan sibuk dengan kehidupan barunya.
• Bekerja untuk keluarga barunya.
• Mengerahkan seluruh hidupnya untuk istri dan anak-anaknya.
• Anak laki-laki itu hanya menyisakan sedikit waktu untuk sesekali berjumpa dengan ibunya. sebulan sekali, atau bahkan hanya1 tahun sekali.
"Kamu yang sejak awal menikah tidak suka dengan ibu mertuamu.
Kenapa?

Karena rumahnya kecil dan sempit? Sehingga kamu merajuk kepada
suamimu bahwa kamu tidak bisa tidur disana.
Anak-anakmu pun tidak akan betah disana.
Sarah.., mendengar ini ayah sakit sekali".
"Lalu, jika kamu saja merasa tidak nyaman tidur di sana.
Bagaimana dengan ibu mertuamu yang dibiarkan saja untuk tinggal disana?"
*"Uang itu diberikan untuk ibunya.* Suamimu ingin ayahnya berhenti berkeliling menjual gorengan.

Dari uang itu ibu suamimu hanya memakainya secukupnya saja, selebihnya secara rutin dibagikan ke anak-anak yatim dan orang-orang tidak mampu di kampungnya. Bahkan masih cukup untuk menggaji seorang guru ngaji di kampung itu" lanjut ayah.

Sarah membatin dalam hatinya, uang yang diberikan suaminya sering dikeluhkannya kurang. Karena Sarah butuh banyak pakaian untuk mengantar jemput anak sekolah.

Sarah juga sangat menjaga
penampilannya untuk merawat wajah dan tubuhnya di spa.
Berjalan-jalan setiap minggu di mall. Juga berkumpul sesekali dengan teman-temannya di restoran.

Sarah menyesali sikapnya yang tak ingin dekat-dekat dengan mertuanya yang hanya seorang tukang gorengan.

Tukang gorengan yang berhasil :
• Menjadikan suaminya seorang sarjana,
• mendapatkan pekerjaan yang di idam-idamkan banyak orang.
• Berhasil mandiri, hingga Sarah bisa menempati rumah yang nyaman dan mobil yang bisa ia gunakan setiap hari.
"Ayaaah, maafkan Sarah", tangis sarah meledak.
Ibunda Sarah yang sejak tadi duduk di samping Sarah segera memeluk Sarah.
*"Sarah...*
*• kembalilah ke rumah suamimu.*
*Ia orang baik nak...*
*• Bantulah suamimu berbakti kepada orang tuanya.*
*• Bantu suamimu menggapai surganya,* *dan dengan sendirinya, ketaatanmu kepada suamimu bisa menghantarkanmu ke surga".*

Ibunda sarah membisikkan kalimat itu ke telinga Sarah.
Sarah hanya menjawabnya dengan anggukan, ia menahan tangisnya.
Bathinnya sakit, menyesali sikapnya.

Sarahpun pulang menghadap suaminya dan sambil menangis memohon maaf kpd suaminya atas prasangka yg salah selama ini.

Di lain hari, sarahpun mengikiti suaminya bersilaturahmi kpd ibu kandung suaminya alias mertua dirinya.

Suaminya meneteskan air mata menatap istrinya yg di tangan istrinya tertenteng 4 liter minyak goreng untuk mertuanya.
Tetesan air mata suami bukan masalah jumlah liternya
tapi karena perubahan istrinya yg senang dan nampak ihlas hendak datang kpd orang tuanya alias mertua istrinya.
Seterusnya Sarah berjanji dalam hatinya, untuk menjadi istri yang taat pada suaminya.

Sesekali waktu, Sarah bukan mengajak suaminya ke Mall tapi minta anjangsana ke rumah mertuanya dan juga orang tuanya.
Subhanallah....

Kirimkan Kisah ini ke semua sahabat Anda, siapa tahu ada orang yang mau mencoba dan mengambil manfaat dari kisah ini, sehingga anda pun akan mendapatkan pahala.
Insya Allah...

Semoga para istri tetap mendukung suaminya tuk berbakti pada ibunya.
*Semog Alloh meridhoi kita aamiiin*

LEBIH SOPAN KEPADA ALLAH


Sebagian kaum muslimin ada yang santai saja pergi shalat ke masjid dengan memakai baju kaos oblong. Bahkan dengan celana training juga. Belum lagi bajunya ada yang bermerek club-club sepak bola. Barcelona, MU, Real Madrid dan lain sebagainya. Tidak jarang juga dengan tulisan-tulisan lain yang kurang pantas.

Belum lagi aroma yang muncul dari badan atau baju yang dipakai. Kadang tidak karu-karuan. Bau keringat, bau bawang busuk, bau amis, asap rokok dan sebagainya. Yang shalat disampingnya bisa sangat terganggu oleh aroma tidak sedap tersebut.

Orang-orang yang melakukan ini adalah orang yang tidak tahu sopan-santun kepada Allah SWT. Disamakannya saja pergi main bola dengan pergi menyembah Allah. Padahal kalau dia pergi menghadap atasan atau pejabat, pasti dia tidak berani memakai pakaian seperti itu.

Seharusnya setiap muslim bila akan pergi shalat ke masjid hendaklah memakai pakaian terbaiknya. Bahkan sedikit berhias dan memakai wewangian. Allah SWT berfirman:

يَا بَنِي آدَمَ خُذُوا زِينَتَكُمْ عِنْدَ كُلِّ مَسْجِدٍ وَكُلُوا وَاشْرَبُوا وَلا تُسْرِفُوا إِنَّهُ لَا يُحِبُّ الْمُسْرِفِينَ (31)

Artinya: "Hai anak Adam, pakailah pakaian kalian yang indah di setiap (memasuki) masjid, dan makan dan minumlah, dan janganlah kalian berlebih-lebihan. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang berlebih-lebihan". (QS Al A'raf: 31)

Berdasarkan ayat ini dan juga dari beberapa hadits yang mengutarakan masalah yang semisal, disunatkan memakai pakaian yang indah (berhias) di saat hendak melaku­kan shalat. Terlebih lagi shalat Jumat dan shalat hari raya.

Disunatkan pula memakai wewangian, karena wewangian termasuk ke dalam pengertian perhiasan. Juga disunatkan bersiwak (sikat gigi), mengingat siwak merupakan kesempurnaan bagi hal tersebut.

Pakaian yang paling utama ialah yang berwarna putih, seperti yang telah diriwayatkan oleh Imam Ahmad:

عَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: "الْبَسُوا مِنْ ثِيَابِكُمُ الْبَيَاضَ، فَإِنَّهَا مِنْ خير ثيابكم، وكَفِّنوا فيها موتاكم....َ".

Artinya: Diriwayatkan dari Ibnu Abbas, bahwa Rasulullah saw telah bersabda, "Pakailah pakaian kalian yang berwarna putih, karena sesungguh­nya pakaian putih adalah pakaian terbaik kalian, dan kafankanlah dengannya orang-orang mati kalian...."

Tidaklah selayaknya bagi seorang muslim bila begitu antusias menjaga sopan-santun kepada makhluk, lalu kemudian seenaknya saja berpakaian/berpenampilan menghadap Allah. Wallahu A'lam.

Beranda

SMPIT Ruhul Islam Simeulue kirim 18 Orang untuk Study Tour di Luar Negeri tujuan 2 Negara

Kembali Sekolah Menengah Pertama Islam Terpadu ( SMP IT)  Ruhul Islam Simeulue melakukan program Study Tour ke Luar Negeri baru baru ini.  ...